Kejati Bali Tetapkan Eks Kepala BPN Denpasar Tersangka Gratifikasi Pengurusan Sertifikat

 

Kajati Idianto memberikan keterangan terkait penetapan TN sebagai tersangka gratifikasi

Balinetizen.com, Denpasar

Paska pemeriksaan sejumlah saksi akhirnya tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali menetapkan mantan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Denpasar, TN sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi dalam pengurusan sertifikat tanah. “Penetapan TN sebagai tersangka dilakukan tanggal 13 November 2019,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Idianto disela-sela kegiatan pelaksanaan Hari Anti Korupsi di Kantor Kejati Bali, Senin (9/12).

Kajati Idianto didampingi Aspidsus Sucitrawan menerangkan, gratifikasi yang diterima TN tersebut berkaitan dengan kepengurusan surat-surat penerbitan sertifikat tanah di wilayah Denpasar. Perbuatan ini diduga dilakukan TN sewaktu menjabat Kepala BPN Kota Denpasar antara tahun 2007 hingga 2011. “Gratifikasi diterima saat TN menjabat sebagai kepala kantor, semuanya diterima dalam bentuk uang, bukan barang, untuk berapa uang yang diterima mohon maaf belum bisa kami ungkap,” jelas Kajati Idianto.

Dikatakan, TN sendiri telah diperiksa dua kali sebagai sebelum ditetapkan sebagai tersangka. Selain TN, dalam kasus ini pihaknya juga telah memeriksa sebanyak 12 orang saksi terdiri dari oknum pegawai BPN Kota Denpasar serta orang yang memberikan gratifikasi.

“Kendala kami yaitu beberapa saksi tinggal di luar Bali, sehingga pemeriksaan dilakukan di wilayah tempat tinggal saksi. Untuk TN belum kami periksa sejak ditetapkan sebagai tersangka,” tandasnya.
sementara itu TN belum dikonfirmasi terkait penetapan tersangka.
Kajati Idianto memberikan keterangan terkait penetapan TN sebagai tersangka gratifikasi

Baca Juga :
Meski pencarian mencakup 29 km Sungai Aare, Eril masih belum ditemukan

Leave a Comment

Your email address will not be published.