Polres Trenggalek Beri Dukungan Penuh Terhadap Keluarga TKI Yang Meninggal Dunia.

Avatar

Polres Trenggalek Beri Dukungan Penuh Terhadap Keluarga TKI Yang Meninggal Dunia.

Balinetizen.com, Trenggalek

 

Jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia asal Trenggalek Jawa Timur, Jumat Petang (13/12/2019) tiba di rumah duka.  Jenazah pekerja migran Indonesia ini, meninggal dunia akibat dibunuh di kawasan perkebunan kelapa sawit di Serawak Malaysia beberapa pekan lalu.
Menjelang setibanya jenazah korban di rumah duka, terlihat ratusan warga memenuhi tenda yang didirikan di depan rumah duka. Warga terus menurus berdatangan, sebagai wujud rasa belasungkawa. Disekitar rumah duka juga terlihat karangan bunga, ucapan belasungkawa dari Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan dan karangan bunga ucapan turut berduka dari Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak.
Selain itu. sejumlah pimpinan daerah turut hadir di rumah duka termasuk Kapolres Trenggalek serta Perwakilan dari Kodim 0806 Trenggalek. Selain itu, juga terlihat sejumlah anggota dari Polisi Resort Trenggalek berada di rumah duka, membantu segala persiapan jelang jenazah tiba.
“Ini menunjukkan sikap gotong royong serta tenggang rasa yang sangat tinggi. Kesedihan ini turut dirasakan oleh sumua masyarakat yang datang,” ujar Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak ketika menyampaikan sambutan.
Pada jumat Petang sekitar pukul 18.00 Wib, mobil ambulan yang membawa jenazah dari bandara Internasional Juanda yang dikawal oleh patwal Satlantas polres Trenggalek, tiba di rumah duka. Kedatangan jenazah korban pembunuhan yang bernama Ilyas Setiawan tersebut, disambut oleh ratusan warga sekitar rumah duka. Sejumlah anggota Polisi maupun TNI mengangkat peti jenazah dari dalam mobil ambulans.
Ketika peti jenazah dikeluarkan dari mobil ambulans, ratusan warga yang berada di rumah duka turut larut dalam kesedihan. Isak tangis dari ratusan masyarakat dirumah duka, membuat suasana semakin larut dalam kesedihan mendalam. Keluarga korban lamgsung histeris, melihat peti jenazah tiba hingga akhirnya pingsan.
Kemudian peti jenazah langsung disemayamkan di Masjid, yang letaknya tidak jauh dari rumah duka. Setelah di shalatkan, kemudian peti jenazah kembali dibawa ke rumah duka untuk menjalani prosesi sebelum pemakaman.
“Kami mewakili forkopimda Trenggalek, turut berduka cita serta saya ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat atas do’a dan dukungannya untuk almarhum serta keluarga,” ujar AKBP Jean Calvijn Simanjuntak.
Setelah prosesi selesai, kemudian jenazah dimakamkan di tempat pemakaman umum yang berada desa Parakan. Peti jenazah dibawa menuju pemakaman dengan menggunakan mobil ambulans milik tim Dokes Klinik Polres Trenggalek. Ratusan warga yang hadir dirumah duka, turut serta mengantar jenazah hingga ke pemakaman. Puluhan anggota Satuan Sabhara serta sejumlah perwira menengah turut memandu jenazah dan membantu proses pemakaman.
“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada bapak kapolres yang telah banyak membantu dari awal hingga pemakaman dan beberapa kali datang ke keluarga kami untuk memberi dukungan dan Doa,” tutur kakak ipar Korban, Mochammad Jaeni.
Sebelumnya, pada hari kamis kemarin jenazah Ilyas Setiawan mulai diberangkatkan dari Serawak Malaysia, menuju Pontianak Kalimantan Barat melewati jalur darat.  Kemudian pada Jumat siang, peti jenazah korban dipulangkan ke tanah air menggunakan pesawat komersil.
Peti jenazah Ilyas Setiawan tiba di bandara Internasional Juanda pada Jumat sekira pukul 14.00 Wib. Selanjutnya menuju rumah duka melalui jalur darat, dengan menggunakan ambulan, serta pengawalan dari polres Trenggalek Jawa Timur. Di sepanjang perjalanan memasuki wilayah Trenggalek, disiagakan sejumlah anggota polsek jajaran setempat untuk pengamanan jalur.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Ilyas Setiawan (27) ditemukan meninggal dunia di kawasan perkebunan kelapa sawit di Serawak Malaysia beberapa pekan lalu. Ketika ditemukan, terdapat luka sayatan di leher bagian belakang sepanjang 9 Sentimeter. Korban meninggal dunia, akibat dibunuh dengan menggunakan benda tajam.
Selanjutnya, kapolres Trenggalek memerintahkan seluruh anggota polisi wanita (Polwan) yang Muslim untuk mengikuti gelaran Doa, yang diselenggarakan di rumah duka. Sedangkan Polwan non Muslim disarankan untuk membantu segala kesibukan di rumah duka.
“Sejak Awal menerima informasi dari Liaison Officer (LO) dari Malaysia, sudah kita bagi kelompok, untuk berbagi tugas,” ujar AKBP Jean Calvijn Simanjuntak.
Dua hari menjelang Jenazah dipulangkan ke tanah air, kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengunjungi keluarga korban di rumah duka. Kedatangan orang nomor Satu di Polres Trenggalek ini, memberi dukungan kepada keluarga, sekaligus memberi bantuan. Editor Whrasipati Radha

Baca Juga :
Serangkaian HUT ke-10 Ibukota Kabupaten Badung Mangupura,  Disos Badung Gelar Lomba bagi anak-anak Panti Asuhan dan Disabilitas di Kabupaten Badung

Leave a Comment

Your email address will not be published.