Warga Bona Bakal Ratakan Pasar Bona Secara Swadaya

Keterangan Foto: Kondisi Pasar Umum Bona pasca terbakar setahun lalu, yang akan diratakan secara swadaya oleh Desa Bona.
Balinetizen.com, Gianyar
Renovasi Pasar Desa Bona pasca terbakar belum terelaisasi sampai sekarang, bahkan amggaran pusat yang dijanjikan oleh Bupati Gianyar sebesar Rp 6 Miliyar kini dipangkas separuh menjadi Rp 3 Miliyar saja dari anggaran daerah. Hal ini membuat prajuru Desa Adat bona putar otak untuk mempercepat serta mengefektifkan anggaran, maka masyarakat akan meratakan puing – puing bangunan bekas kebakaran secara swadaya.
Hal ini disampaikan oleh Bendesa Desa Pakraman bona,  I Gusti Nyoman Yasa, pada, Minggu (15/12/2019). Pasar Bona ini akan segera diratakan swadaya oleh masyarakat, hal ini untuk meringkas pengeluaran anggaran yang didapatkan hanya sebesar Rp 3 Miliyar.
“Iya, pasar umum Bona yang kini tinggal puing,  akan diratakan dengan dana swadaya dari masyarakat. Mengingat yang dianggarkan dari APBD hanya Rp 3 milyar, ” terangnya
Disebutkan, selain karena anggaran yang diberikan terbatas, agar ada juga partisipasi dari masyarakat dalam pembangunan ulang pasar umum Bona. Mengingat partisipasi masyarakat sangat penting untuk mendukung program pemerintah,
” Swadaya ini kami maksudkan agar ada pertisipasi masyarakat. Partisipasi masyarakat penting untuk mendukung program pemerintah” jelas bendesa yang juga anggota dewan  kabupaten Gianyar dari Fraksi PDIP ini.
Ditegaskan, masyarakat pun tidak menuntut terkait anggaran yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan Bupati Mahayastra kala pasar tersebut terbakar.  Terlebih, Dinas Industri dan Perdagangan (Disperindag) Gianyar telah menyusun perencaraan renovasi Pasar Umum Bona, ke dalam APBD Induk 2020. Rancangan APBD telah diserahkan ke DPRD Gianyar. Dalam KUA-PPAS, Disperindag menyusun anggaran sebesar Rp 3 miliar. Peruntukannya meliputi, pembangunan 21 unit bangunan kios dan 40 unit bangunan los. Dari 40 unit bangunan los ini, tujuh unit diperuntukan sebagai los basah atau los tempat pedagang daging.
Sebagaimana diketahui, Bupati Mahayastra sempat menjanjikan kepada 54 pedagang yang berjualan di pasar umum Bona, bahwa pembangunan kembali akan di lakukan tahun 2019. Anggaran yang di janjikan kala itu sebesar Rp. 6 milyar yang bersumber dari APBN melalui dana Tugas Pembangunan (TP) yang didapat oleh pemerintah Kabupaten Gianyar. Namun hal itu tidak kunjung terealisasi. Hingga pembangunan kembali pasar umum Bona dianggarkan melalui APBD dengan total Rp 3 Milyar.(cat).
Baca Juga :
Minta Kepastian Hunian, Pengungsi Bertahan di Trotoar Kebun Sirih

Leave a Comment

Your email address will not be published.