BNNK Gianyar Gandeng Desa Adat Buat Pararem Anti Narkotika

Kepala BNNK Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa saat bertemu dengan awak media di Kantor BNNK Gianyar, Jalan Kebo Iwa, Rabu (18/12/2019).
Balinetizen.com, Gianyar- 
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gianyar mencari jalan keluar untuk menekan besarnya angka masyarakat yang terjerumus narkoba, salah satunya adalah dengan menggandeng pihak Desa Adat untuk membuat pararem (peraturan khusus Desa Adat di Bali) anti narkotika. Dengan adanya pararem ini diharapkan mampu mengikat masyarakat khususnya Desa tidak terjerumus terhadap obat-obatan terlarang.
Kepala BNNK Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa menjelaskan bahwa sejak bulan November 2818 pihaknya sudah terjun langsung ke Desa untuk membahas tentang dibuatkannya pararem anti narkotika ini, tentu saja dalam hak ini pihak BNNK menggandeng Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Kabupaten Gianyar untuk membahas lebih mendalam tentang pararem ini.
“Kami bekerjasama dengan MUDP turun ke Desa Adat untuk merancang pararem anti narkotika ini, dengan adanya pararem ini kami harapkan agar masyarakat khususnya dimulai dari Desa dapat terhindar dari dampak buruk mengonsumsi obat obatan terlarang itu, ” ujarnya saat ditemui di Kantor BNNK Gianyar, Jalan Kebo Iwa, Rabu (18/12/2019).
Dilanjutkan, sanksi terberat dalam pararem tersebut adalah bagi para pengguna narkotika di Desa Pakraman dan sudah direhabilitas namun tetap tidak berhenti mengonsumsi obat-obatan terlarang tersebut, pihak Desa akan memberikan sanksi tegas berupa pengucilan atau dibebankan uang upacara bagi pengguna tersebut.
Saat ini, di Kabupaten Gianyar terdapat 7 Desa yang sudah terintegrasi dengan sistem pararem anti narkotika ini yakni Desa Sidan, Bedulu, Sebatu, Medahan, Buahan, dan beberapa Desa yang lainnya.
“Ada 18 awig awig atau pararem anti narkotika ini, ini kami harapkan mengikat. Dalam mencegah kami perlu dimulai dari Desa, ” ucapnya lantang.
AKBP Sang Gede Sukawiyasa mengatakan bahwa gagasan awal pararem anti narkotika ini dimulai dari BNNK Gianyar, kemudian saat ini sudah disepakati berlaku di hampir semua wilayah Desa Adat di Bali.
Bahkan rencananya, BNNK Gianyar sesuai program akan mulai dijalankan bulan Januari 2020 akan membuat pos-pos pelayanan atau rehabilitas di masing-masing Desa Adat. Dimana pengguna narkoba tidak perlu lagi datang ke kantor BNNK, cukup langsung di pos Desanya saja.
“Program kami mulai Januari 2020 akan dibuat pos pos rehabilitas bagi para pengguna di masing masing Desa Adat, jadi mereka tidak perlu lagi datang ke kantor BNNK karena merasa takut, ” pungkasnya.
Pewarta : Catur
Editor : Whraspati Radha
Baca Juga :
Anak TK Meninggal Dunia Diduga DB

Leave a Comment

Your email address will not be published.