Waspada!! Politik Identitas Berbahaya Hidup di Indonesia

Acara jumpa pers bedah buku “Populisme Menghancurkan Demokrasi” karya Made Pria Dharsana, di Kubu Kopi, Kamis (19/12)
Balinetizen.com, Denpasar
Politik identitas belakangan ini mewarnai iklim perpolitikan di Indonesia. Sejak pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2018 dan Pemilihan Presiden 2019. Waspada!! Jika ini terus berkembang dan tidak ada literasi yang jelas tentang kebangsaan  maka akan bebahaya bagi perkembangan demokrasi dan politiik di Indonesia.
Hal itu dikatakan penulis buku “Populisme Menghancurkan Demokrasi”, Made Pria Dharsana dalam acara jumpa pers di Kubu Kopi, Kamis (19/12).  Pria Dharsana mengungkapkan, dengan berkembangnya media sosial dewasa  ini maka politik identitas semakin menunjukkan warnanya. Inilah yang menjadi perhatian kita bersama agar politik identitas menjadi warning bagi perkembangan demokrasi di Indonesia.
Pria juga mencontohkan, tentang populisme yang bisa menghancurkan demokrasi dan populisme yang bisa memberi nilai positif bagai kemaslahatan bangsa ini ke depan. Di menyebuta, ada pupilisme kiri ada polisme kanan. Populisme kiri yang dipakai untuk memperjuangkan kepentingan kelompok melalaui politik identitas ini yang sangat berbahaya. ”Oleh karena itu, dengan munculnya informasi informasi hoax di media sosial ini sangat berpotensi memunculkan populisme yang mengarah kepada kehancuran demokrasi,” katanya.
Sementara itu, pengamat politi Putu Suasta mengungkapkan, dalam buku yang ditulias Pria Dharsana ini meramu serpihan serpihan pemikiran dari realitas sehari hari.  Dengan begitu pembaca diundang untuk mengetahui  seberapa besar kadar persoalan yang selama ini tersembunyi  dari realita yang tidak mereka pahami selama ini. ”Pokoknya buku ini menarik untuk dibaca dan dicermati, utama para kalangan generasi muda,” kata Suasta.
Buku karya Pria Dharsana “Populisme Menghancurkan Demokrasi”, akan dibedah Jumat (20/12) besok di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jaya Sabha Denpasar, pukul 18.00 Wita s.d selesai. Acara peluncuran dan bedah buku ini akan menghadirkan sejumlah pembicara dan nara sumber antara lain Dr. I Dewa Gede Palguna, S.H.Mhum yangb akan menyampaikan sekapur sirih. Adapun yang akan memberikan penimbang dalam buku ini adalah Drs. Putu Suasta, MA dan Dr. Putu Tunu Sukabawa Landra, SH.M.Hum.
Editor : Hana Sutiawati
Baca Juga :
Bupati Dukung Penataan Pura Lempuyang Madya dan Pasar Agung

Leave a Comment

Your email address will not be published.