Proyek Tak Rampung, Bupati Artha Geram

Avatar
ads
Balinetizen.com, Jembrana
Bupati Jembrana I Putu Artha mengaku geram adanya proyek yang pengerjaannya terlambat, bahkan tidak rampung (selesai) hingga penghujung tahun 2019.
Tidak hanya itu, kepada awak media, Bupati Artha juga mengaku kesal. Pasalnya saat mengecek proyek yang sedang dikerjakan, salah seorang pegawai rekanan (pemenang tender) mengatakan rugi.
“Pernah kami mengecek. Belum selesai (proyeknya) pegawainya sudah bilang, rugi. Padahal sewaktu kami datang pimpinannya (rekanan yang mengerjakan proyek) tidak ada” ujar Bupati Artha.
“Apa mereka pikir kami datang mau minta uang. Kami kesana ingin tahu, apa sudah dikerjakan sesuai aturan atau tidak” ujar Bupati Artha didampingi Sekda Jembrana, Made Sudiada, Kamis (26/12).
Bupati Artha juga mengaku heran, proyek yang ditenderkan melalui ULP ditawar rendah dengan alasan bisa membeli semen dengan harga Rp.25 ribu persak.
Akan hal itu, pihaknya sempat menanyakan ke ULP dan katanya tidak dilarang. Dari segi kelayakan tidak mungkin ada semen dengan kualitas bagus yang harganya Rp.25 ribu persak.
“Semen apa itu?. Saya sampaikan, kalau ada harga semen persaknya Rp.25 ribu dengan kualitas bagus, saya akan beli 1000 sak. ULP bilang, katanya semen itu hanya untuk rekanan. Bagaimana ini ?” tandasnya.
Mendapati hal tersebut di tahun 2020 pihaknya akan minta supaya ULP menerapkan aturan baku. Karena dapat berpengaruh akan kualitas bangunan. Selain penawaran yang sangat rendah, bahkan hingga sekitar 39 persen dari pagu anggaran semula.
Dengan penawaran yang rendah juga bisa mempengaruhi ketepatan waktu penyelesaian. Dan sisa anggarannya akan kembali ke pusat karena beberapa proyek besar anggarannya dari pusat.
Karena penawaran rendah lanjutnya, uang yang kembali ke pusat ada sekitar Rp.8 miliar. Jika dana Rp 8 miliar tersebut difungsikan secara maksimal untuk masyarakat Jembrana tentu dapat membangkitkan perekonomian di Jembrana.
“Ini masalah serius, harus disikapi. Jika tidak ada pembenahan, tidak usah ada pengawas, percuma. Boleh berkompetisi, tapi (berkompetisi) dengan baik. Sehingga kualitasnya juga bagus” pungkasnya. (Komang Tole)
Baca Juga :
Parajuru Adat Besakih Langsung Gelar Upacara Pengulap Pengambe dan Ngaturang Sayut Guru Piduka

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may like

In the news
Load More
ads