Awal Tahun, 13 Orang di Jembrana Terjangkit Demam Berdarah, 6 Masih Dirawat

I Gusti Agung Putu Arisantha, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Jembrana dikonfirmasi, Jumat (10/1).

Balinetizen.com, Jembrana-

 

Memasuki awal tahun 2020 sebanyak 13 warga Kabupaten Jembrana dirawat di Puskesmas karena terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Dua diantaranya merupakan kakak beradik yang menetap di mes Pura Segara di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara. Keduanya masih menjalani perawatan di Puskesmas I Negara (Puskesnas Pengambengan).
“Ya, ada 13 orang terjangkit DBD. Tapi yang 7 orang sudah dibolehkan pulang” ujar I Gusti Agung Putu Arisantha, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Jembrana dikonfirmasi, Jumat (10/1).
Dari 13 kasus DBD lanjutnya, terbanyak terjadi di Kecamatan Negara dengan 10 kasus. Selanjutnya Kecamatan Jembrana 2 kasus dan Kecamatan Pekutatan dengan satu kasus DBD.
“Dari 10 orang itu, 6 orang masih dirawat di Puskesmas I Negara (Puskesmas Pengambengan). Mereka dari Desa Cupel, Tegal Badeng Barat, Pengambengan dan Tegal Badeng Timur” jelasnya.
Sedangkan dua warga Kecamatan Jembrana yang sempat dirawat di Puskesmas 1 Jembrana (Puskesmas Dangin Tukadaya) dan satu orang di Puskesmas I Pekutatan sudah dibolehkan pulang.
Menurutnya jika dibandingkan dengan tahun 2019 pada bulan yang sama (Januari) terjadi peningkatan 6 kasus DBD. Karena pada bulan Januari 2019 terjadi 7 kasus, sedangkan bulan Januari 2020 hingga Jumat (10/1) sudah ada 13 kasus DBD.
“Kalau selama tahun 2019 total ada 213 kasus DBD. Terbanyak bulan Desember ada 23 kasus DBD” terangnya.
Selanjutnya ia menghimbau masyarakat agar segera mendatangi puskesmas terdekat jika mengalami panas tinggi selama dua hari sehingga cepat mendapat perawatan.
Dalam upaya mengantisipasi DBD pihaknya selama ini sebenarnya sudah rutin melakukan gerak PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) seminggu sekali setiap hari Jumat dan fogging di daerah rawan DBD. Namun semuanya kembali kepada masyarakat.
Untuk itu melalui media ini ia berharap agar masyarakat juga ikut serta menjaga kebersihan lingkungan dan rutin melakukan 3M plus yakni menguras, membersihkan dan menutup tempat penampungan air atau barang bekas yang mudah menampung air bersih.
“Nyamuk penyebab DBD itu ada di genangan air bersih. Kalau plusnya, bisa dengan menyemprotkan racun nyamuk atau memasang racun nyamuk bakar atau elektrik” pungkasnya.

 

Baca Juga :
Peringati HUT RI Ke-77, Bupati Sanjaya Pimpin Ribuan ASN Ngecat Trotoar

Pewarta : Komang Tole
Editor : Mahatma Tantra

Leave a Comment

Your email address will not be published.