Pendiri Yayasan PR Saraswati Gianyar Berpulang

Avatar
Anak Agung Gede Oka Putra (84), berpulang, Selasa (14/1/2020) sore.
ads

Balinetizen.com, Gianyar-

 

Berita duka datang dari aktivis pendidikan di Kabupaten Gianyar, Anak Agung Gede Oka Putra (84), berpulang, Selasa (14/1/2020) sore. Almarhum merupakan seorang aktivis pendidikan serta pendiri Yayasan pendidikan rakyat (PR) Saraswati Gianyar yang merupakan sekolah swasta pertama di Gianyar.
Almarhum Anak Agung Gede Putra mendirikan yayasan PR Saraswati pada tahun 1968, dimana awal berdirinya bernama PGA Saraswati dimana khusus memberikan pendidikan kepada calon guru.
Anak ke-3 almarhum, Anak Agung Swara Amitaba, saat ditemui di rumah duka Puri Anyar Saraswati Gianyar, Rabu (15/1/2020) mengatakan bahwa ayahnya meninggal karena faktor usia.
“Ajung berpulang kemarin sore karena memang faktor usia beliau, sejak empat bulan yang lalu sudah sering keluar masuk rumah sakit. Ajung tidak mau makan sejak beberapa hari terakhir,” ujarnya.
Almarhum sebelum meninggal sempat menjalani pengobatan di Rumah Sakit Kasih Ibu Saba. Bahkan karena tidak mau makan, terpaksa sempat memakai selang. “Karena ajung tidak ingin makan, maka dipasanglah selang,” tuturnya.
Putra almarhum lulusan arsitek ini mengatakan bahwa semasa hidupnya, almarhum Anak Agung Gede Oka sangat aktif di dunia pendidikan. Beliau seusai menyelesaikam studinya di Jogjakarta lalu menikah dan mendirikan Yayasan PR Saraswati Gianyar.
Sekolah PR Saraswati Gianyar ini merupakan sekolah swasta yang pertama berdiri di Kabupaten Gianyar, bahkan dikatakan putra almarhum bahwa sebagian besar masyarakat Gianyar yang saat ini berusia diatas 40 tahun pernah mengeyam pendidikan di sekolah PR Saraswati ini.
“Bahkan, besok (Kamis, 16 Januari 2020) merupakan hari ulang tahun ajung. Beberapa hari sebelum meninggalpun ajung sempat merencanakan hari ulang tahunnya itu,” ungkapnya.
Menurut pinunas (meminta petunjuk) di Gria, jenazah almarhum Anak Agung Gede Oka akan diabenkan pada tanggal 26 Januari 2020 di Puri Kaleran Banjar Sengguan Gianyar. “Dulu ajung sempat ingin diupacarai di rumah kelahirannya di Puri Kaleran Banjar Sengguan Kawan Gianyar, jadi kami sepakat akan dilakukan upacaranya disana,” ucapnya.

 

Baca Juga :
Sanggar Brahma Manu Wisesa, Siap Ngayah di Pura Tanpa "Sesari"

Pewarta : Ketut Catur
Editor : Mahatma Tantra

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may like

Hot Videos
In the news
Load More
ads