Atasi Cabai Mahal Dengan Melapot

Ilustrasi Penjual Cabai. Sumber : Radarpena.id, Diakses : 17 Jan 2020

Balinetizen.com, Jembrana-

 

Harga cabai di Pasar Umum Negara yang belakangan melonjak naik hingga Rp.60 ribu perkilogram menjadi atensi Pemkab Jembrana. Dengan program Melapot (Menanam Dalam Pot), Pemkab Jembrana melalui Dinas Pertanian dan Pangan berharap kebutuhan cabai bisa teratasi.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Sutama mengatakan pasokan cabai dari petani hingga saat ini belum mengalami kendala. Kendati untuk memenuhi kebutuhan cabai di pasar-pasar Jembrana lebih mengandalkan pasokan dari Jawa.
Kebutuhan akan cabai di Jembrana.menurutnya terbagi dua yakni untuk rumah tangga dan industri. Yang di pasar rata-rata untuk kebutuhan Industri. “Kalau rumah tangga kami sudah minta untuk mensukseskan program Melapot (menanam dalam pot)” ujar Sutama, Jumat (17/1).
Menurutnya, jika dilakukan dengan maksimal program Melapot dapat mengatasi kebutuhan cabai khususnya bagi warga rumahan. Karena satu pot tanan cabai sudah bisa memenuhi kebutuhan dapur.
“Setiap KK kami anjurkan dua pot. Satu untuk cabai dan satunya tomat atau tanaman dapur lainnya” jelasnya.
Sutama mengatakan, dalam setahun hanya delapan hektar lahan petani yang menghasil cabai. Sementara perhektarnya mampu menghasilkan cabai kisaran 10 ton sampai 15 ton per tahun.
Beberapa daerah sebagai penghasil cabai diantaranya di Banjar Air Anakan Desa Banyubiru dan kawasan Desa Tegal Badeng Barat. “Kalau pendistribusian penjualan, kami tidak memiliki kewenangan”pungkasnya.

 

Pewarta : Mang Tole
Editor : Mahatma Tantra

Baca Juga :
3 Siswa SMP di Kota Denpasar Jadi Pemenang Ki Hajar STEM 2020

Leave a Comment

Your email address will not be published.