Nasabah Koperasi Pariartha Sejahtera Akan Menenpuh Jalur Hukum

Avatar
ads

 

Balinetizen.com, Jembrana 

Nasabah dan karyawan kembali mendatangi rumah sekaligus kantor Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pariartha Sejahtera di Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Selasa (21/1).

Dalam pertemuan itu, baik karyawan koperasi maupun nasabah kembali menuntut tanggungjawab dari pihak koperasi. Pihak karyawan memberikan batas waktu selama satu bulan hingga Jumat (21/2) untuk menyiapkan jaminan atas hutang di Bank yang digunakan untuk membayar tabungan nasabah.

Sedangkan para nasabah menuntut agar uang tabungannya bisa dicairkan paling lambat Kamis (30/1). Apabila tidak, karyawan bersama nasabah akan membawa masalah tersebut ke jalur hukum.

Adanya tuntutan itu, Ketua KSP Pariartha Sejahtera, I Gusti Putu Sugita bersedia bertanggungjawab. Namun dirinya tidak memiliki jaminan lantaran seluruh assetnya sudah menjadi anggunan pinjaman.

Ia juga akan melakukan upaya internal dan menuding pengurus koperasi lainnya tidak ikut bertanggungjawab. “Kami buat perjanjian ini hanya bermodal kepercayaan dan komitmen. Kami akan berupaya memenuhi tanggung jawab kami” ujarnya.

Ia juga akan mengumpulkan pengurus dan manajemen koperasi lainnya, termasuk para karyawan. Karena selama ini pengurus yang lain lepas tangan sehingga semuanya diserahkan dan menjadi tanggungjawab dirinya.

Jumlah dana nasabah yangi belum bisa dicairkan dari informasi mencapai Rp.14 juta lebih untuk 23 orang nasabah. Sedangkan total hutang di Bank yang kini dicicil oleh karyawan setiap bulannya sebesar Rp.17.275.000.

Jumlah tersebut baru untuk dana tabungan nasabah yang dipungut oleh satu orang karyawan. Sementara KSP Pariartha Sejahtera memiliki belasan karyawan.

Salah seroang karyawan, Ni Kadek Adelia Dwiyanti mengatakan karyawan diminta mencari pinjaman untuk mengembalikan tabungan nasabah dan akan menjadi tanggungjawab koperasi. Namun sebaliknya menjadi tanggungjawab pribadi karyawan. “Selama ini tidak ada tanggungjawab dari koperasi. Alasannya mis komunikasi” ujarnya. (Komang Tole)

Baca Juga :
9 Pendekar Hukum Apresiasi Penundaan Pembacaan Penetapan Eksekusi Pura Hyang Ibu Pasek Gaduh

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may like

Hot Videos
In the news
Load More
ads