Sidang Korupsi APBDes Dauh Puri Klod, Jaksa Ungkap Keterlibatan Mantan Perbekel

Keterangan poto : Ariyaningsih menunggu sidang di Pengadilan Tipikor

Balinetizen.com, Denpasar

Posisi mantan Perbekel Desa Dauh Puri Klod , I Gusti Made Wira Namiartha dalam kasus korupsi belum sepenuhnya aman. Pasalnya, Namiartha yang sekarang menjadi anggota Dewan Kota Denpasar dari PDIP itu disebut terlibat dalam kasus korupsi yang didakwakan pada eks bendahara Desa Dauh Puri Klod Ni Putu Ariyaningsih. Dalam dakwaan terdakwa Ariyaningsih yang dibacakan penuntut umum Nengah Astawa di Pengadilan Tipikor, Selasa (28/1) nama Gusti Namiartha disebut sebagai pihak paling bertanggungjawab.
Astawa yang menjabat Kasi Pidsus Kejari Denpasar menyatakan Gusti Namiartha dianggap turut bertanggungjawab karena merupakan pemegang kekuasaan atas pengelolaan keuangan desa. “Sementara terdakwa sebagai bendahara dianggap bertanggungjawab karena mencairkan dana melebihi kegiatan yang ditentukan,” ujar Astawa dalam dakwaan.
Selain Gusti Namiartha sebagai Perbekel, JPU juga mengungkap nama lain sebagai pihak yang ikut bertanggungjawab. Diantaranya, Luh Made China Kembar Dewi (Sekretaris Desa) dan I Putu Wirawan (Kaur Keuangan). Disebutkan, dalam pengelolaan keuangan desa, terdakwa, Perbekel, Sekdes dan Kaur Keuangan disebut telah mengabaikan asas-asas pengelolaan keuangan desa yang akuntabel, tertib, dan disiplin.
Sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) Permendagri  Nomor 113/2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa dan Perwali Nomor 17/2017 tentang Pedoman Pengelolaan Desa. Akibat perbuatan terdakwa dkk negara dirugikan Rp 988.457.608.
Dalam dakwaan juga dibeberkan beragam modus terdakwa dan perbekel untuk meraup uang negara. Salah satunya dalam pencairan dana pada 2015 -2016 untuk paket kegiatan yang telah ditetapkan, namun sebagian paket kegiatan tidak terlaksana. Sehingga ada efisiensi anggaran yang semestinya dikembalikan sebesar Rp 988.457.608, tapi tidak dikembalikan ke kas negara.
Terrdakwa didakwa melanggar Pasal 2 juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. Sedangkan dalam dakwaan subsider perbuatan terdakwa melanggar Pasal 3 ayat (1) juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. Dan, dakwaan lebih subsider terdakwa melanggar Pasal 8 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
terdakwa Ariyaningsih didampingi kuasa hukumnya menyatakan tidak mengajukan eksepsi (keberatan atas dakwaan).”Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi,”kata ketua majelis hakim Wayan Gede Rumega sambil menutup sidang. (NT-BN).

Baca Juga :
Pemkot Denpasar ‘Ngaturang Bhakti Pujawali’ di Pura Luhur Uluwatu

Leave a Comment

Your email address will not be published.