Borok RS Mangusada Terkuak, Sejak 2014 Uang Jaspel Dokter Diembat Hingga 60M

RS Mangusada, Kapal, Badung.

Balinetizen.com, Denpasar-

 

Koar koar jajaran Pemkab Badung bersih dari korupsi tampaknya segera berakhir. RS Mangusada, Kapal, Badung ternyata menyimpan borok. Uang jasa pelayanan (Jaspel) dokter setempat diduga dipotong oknum tertentu. Dokter hanya menerima sebagian atau kadang tidak menerima senahaimana mestinya. Kasus ini pun dalam proses penyelidikan Dit Reskrimsus Polda Bali. Celakanya, pemotongan ini sudah terjadi sejak 2014 lalu dan mengakibatkan kerugian hingga puluhan miliar.
Informasi yang dihimpun di lapangan terkuaknya praktek pemotongan jaspel dokter ini berawal dari pemanggilan sejumlah dokter pada Desember lalu oleh penyidik Dit Reskrimsus Polda Bali. Dalam pemanggilan tersebut, penyidik melakukan klarifikasi terkait pemotongan dan hak yang seharusnya diterima dokter selama ini. “Dari sinilah diketahui jika ada potongan dari pihak manajemen rumah sakit terhadap jasa pelayanan dokter,” jelas sumber yang ditemui Rabu (29/1).
Disebutkan, selama ini dokter selalu mempercayakan seluruh hak yang diterimanya kepada manajemen rumah sakit. Disebutkan, untuk dokter di RSD Mangusada yang berjumlah 106 dokter, ada beberapa tunjangan lain yang diterima di luar gaji pokok setiap bulannya. Diantaranya, jasa pelayanan dari BPJS, pasien umum, dan dari Kartu Badung Sehat (KBS).
“Jadi uang jasa pelayanan inilah yang diduga dipotong baru ditransfer ke rekening dokter. Untuk besarannya tiap bulan bervariasi dan acak. Selama ini dokter hanya menerima pemberitahuan melalui transfer dan tidak menerima rincian jasa pelayanan yang diterima,” lanjutnya.
Setelah kasus ini bergulir beberapa dokter sempat menanyakan rincian uang jasa pelayanan yang diterima. Namun lagi-lagi pihak manajemen tidak memberikan dengan alasan semua hak dokter sudah ditransfer. “Jadi ini perbuatan yang terstruktur, masiv dan kronis,” tegas sumber di RSD Mangusada yang enggan disebutkan namanya.
Disebutkan, dari potongan jasa pelayanan 106 dokter di RSD Manguasada, pihak manajemen mengantongi Rp 1 miliar tiap bulannya. Terkait aliran uang ini, sumber enggan menyebutkan dan minta wartawan menelusurinya ke pihak kepolisian yang melakukan penyelidikan.
Informasi lainnya menyebutkan penyidik Subdit III Dit Reskrimsus Polda Bali sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa dokter terkait dugaan pemotongan jasa pelayanan ini. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap pejabat di lingkungan RSD Mangusada. “Sudah ada sekitar 8 dokter dan pejabat RSD Mangusada yang diperiksa. Kemarin (Selasa,) juga ada yang diperiksa,” jelas sumber di kepolisian.
Sementara itu, Kasubdit III Dit Reskrimsus Polda Bali, AKBP Wedana Jati yang dikonfirmasi via telpon dan whatsapp tidak memberikan jawaban. Sementara pihak RSD Mangusada melalui Kasi Humas, Putu Widiastuti menyerahkan kepada Kabid Pengendalian dan Operasional RSD Mangusada, dr Arya Widiana Pasek M.Kes. “Untuk sementara saya belum bisa memberi jawaban. Besok bisa langsung ditanyakan ke Kabid Pengendalian dan Operasional,” ujar Putu Widiastuti via whatsapp

Baca Juga :
Ekonomi Kembali Tumbuh, Industri Peleburan Baja Sambung Kembali 35 Juta VA dari PLN

 

Editor : SUT

Leave a Comment

Your email address will not be published.