Ombudsman dan Dewan Telusuri Borok RS Mangusada

Avatar
ads

 

Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bali Umar Ibnu Al Khatab

Balinetizen.com, Badung

Terkuaknya dugaan korupsi pemotongan uang jaspel di RS Mangusada, Kapal, Badung menjadi atensi Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali. Pihak Ombudsman secara mendadak mendatangi rumah sakit milik Pemkab Badung itu, Senin (3/2).
Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bali Umar Ibnu Al Khatab, pada wartawan mengaku tidak ingin hanya mengetahui kasus heboh dari media masa saja. Tapi pihaknya ingin tahu secara langsung dari manajemen rumah sakit. “ Kita ingin tahu bahwa tidak ada yang melakukan maladministrasi. Karena ini menyangkut uang, kita khawatir ada pungutan liar yang dilindungi dengan aturan,” tegas Umar ditemui di RSD Mangusada.
Ditambahkan Umar, dalam persoalan ini Ombudsman berharap bisa memberikan masukan pada manajemem bila memerlukan evaluasi pembagian jaspel. “Karena hal ini bisa dievaluasi lagi meski ada kesepakatan. Pemkab Badung itu punya pemasukan begitu besar, masak jaspel juga dipotong. Ya kita ingin beri masukan,” tukasnya.

pp

Ketua DPRD Badung Putu Parwata

Sementara, Ketua DPRD Badung Putu Parwata yang ikut rapat dengan jajaran manajemen RSD Mangusada menegaskan dewan datang untuk memberikan beberapa pandangan guna meningkatkan pelayanan lebih maksimal di RSD Mangusada.
Terkait dugaan pemotongan uang jaspel, menurut Parwata hal itu baru sebatas dugaan yang belum tentu benar. “Kalau misalnya ada ganjalan, kami sudah sampaikan kepada manajemen agar menyamakan persepsi untuk membangun kinerja yang lebih baik. , sehingga semua berdasarkan fakta dan legal standing yang jelas,” ungkapnya.
“Saya juga sampaikan tadi kalau ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, perbaiki lah. Apakah sistemnya atau remunerasinya perlu disepakati bersama, sepakati saja. Kalau sudah disepakat, artinya sudah mufakat tinggal diperbubkan atau dipergubkan,” tegas Parwata. Oleh karena itu lanjut Parwata, transparansi juga sangat penting. “Kita sudah sepakat dengan direktur dan manajemen, lakukan transparansi, dan peningkatan pelayanan itu saja,” tandasnya.
Adapun terkait berita pemotongan uang jaspel yang sudah masuk ke Polda Bali, politisi PDIP iti tak mau berkomentar. “Kalau masalah itu kami tidak mau intervensi karena sudah menjadi kewenangan penegak hukum dalam hal ini Polda Bali,” imbuh Parwata.
Disisi lain Dirut RSD Mangusada, dr Ketut Japa, kembali menegaskan pemotongan jaspel telah sesuai aturan. “Kami sudah bekerja sesuai aturan. kalau ada yang kurang baik, luruskan hari ini. Artinya apa yang mungkin di internal kurang bagus, luruskan,” ujar Japa yang belum genap sebulan memimpin rumah sakit ini. (NT-MB)

Baca Juga :
Yayasan Tukad Bindu Kemas Edukasi Lingkungan Melalui Lomba Mancing

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may like

In the news
Load More
ads