Lagi, Pemkab Gianyar Tak Berikan Dana Pembuatan Ogoh-Ogoh

kreativitas dalam membuat sebuah patung yang dikenal sebagai Ogoh-Ogoh untuk menyambut tahun baru Caka atau Nyepi.

Balinetizen.com, Gianyar-

 

Saat ini, kreativitas para pemuda pemudi di Desa-desa semakin tinggi. Salah satunya adalah kreativitas dalam membuat sebuah patung yang dikenal sebagai Ogoh-Ogoh untuk menyambut tahun baru Caka atau Nyepi. Namun, tampaknya pemuda dari Gumi Seni Gianyar tidak dapat berharap banyak terkait dana Ogoh-Ogoh. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Gianyar menyatakan tidak menggelontorkan dana untuk Ogoh-Ogoh kepada para pemuda.
Hal ini disampaikan oleh Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, Senin (10/2). Mantan Ketua DPRD Gianyar ini mengatakan bahwa sama seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk dana pembuatan ogoh-ogoh oleh Pemkab tidak ada. Dikatakan bahwa Pemkab bukannya tidak mendukung kreativitas serta pelestarian budaya, akan tetapi Pemkab Gianyar ingin pada pemuda mandiri serta memiliki pengalaman menjalankan organisasi.
“Selama saya menjadi bupati, saya tidak pernah mengalokasikan dana untuk ogoh-ogoh. Karena inikan kreativitas anak muda, kami ingin membentuk karakter anak muda yang bertanggung jawab. Mulai dari pencarian dana hingga proses pengerjaan dilakukan secara mandiri, mencari sumbangan ke rumah-rumah, ke tempat usaha, dilakukan secara gotong royong,” ucapnya.
Mahayastra mengungkapkan, pengumpulan dana hingga proses pembuatan yang demikian, kata dia, sangat menyenangkan, dan hal tersebut semakin memupukkan rasa tanggung jawab antar anggota pemuda. “Kegiatan itu sangat mengasikkan, dan saat saya menjadi anggota pemuda dulu juga begitu, sangat menyenangkan. Maka dari itu, kami ingin memberikan kesempatan itu pada anak-annak muda kita, tidak malah memanjakan mereka,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya mengimbau generasi muda di Kabupaten Gianyar supaya menjalani proses tersebut dengan cara elegan, tidak melakukan pemaksaan, atau hal-hal di luar norma. “Tentu tidak boleh ada pemaksaan, seperti saat minta sumbangan, harus santun, tidak boleh dengan cara kekerasan. Nanti, pengalaman-pengalaman ini sangat berguna ketika mengikuti organisasi-organisasi lainnya,” ujar Ketua PDIP Gianyar itu.
Terkait Hari Suci Nyepi, apakah ada daerah di Kabupaten Gianyar yang dilarang membuat ogoh-ogoh? Mahayastra menegaskan tidak. Sebab berdasarkan laporan yang diterimanya, situasi di daerah yang dipimpinnya relatif aman. “Tidak ada daerah yang tidak boleh membuat ogoh-ogoh, semuanya boleh. Karea situasi kita di Gianyar kondusif,” ujarnya.
Namun demikian, Mahayastra berharap bentuk ogoh-ogoh yang dibuat, tidak ada menyinggung SARA dan pornographi. “Ogoh-ogoh yang dibuat tidak boleh ada unsur menyakiti orang lain, harus sesuai dengan pakem perayaan Nyepi, harus ogoh-ogoh bhuta kala. Tidak boleh yang menyinggung SARA dan porno,” tandasnya.

 

Baca Juga :
Optimalisasi P4GN, Kepala BNN Temui Mendagri

Pewarta : Ketut Catur
Editor : Mahatma Tantra

Leave a Comment

Your email address will not be published.