Jelang Galungan, Stok Babi Aman dan Daging Babi Aman Dikonsumsi

Avatar
Ilustrasi Daging.

Balinetizen.com, Jembrana-

 

Jelang hari Raya Galungan stok babi di Kabupaten Jembrana masih aman dan daging babi masih aman untuk dikonsumsi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, Wayan sutama mengatakan dari pendataan terdapat 74 peternak babi. Dari jumlah itu populasi babi mencapai 2.300 ekor lebih. Belum lagi populasi babi dari peternak tradisional seperti rumah tangga.

Melihat populasi itu stok babi menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, baik yang dipotong untuk dijual maupun Mepatung (potong babi bersama-sama) masih aman.

“Selain aman dari segi stok, juga daging babi aman untuk dikonsumsi karena (babi) sehat” ujar Sutama, Rabu (12/2).

Lagi pula lanjutnya, isu terkait virus ASF (African Swine Fever) hingga kini belum terdeteksi ada yang menjangkiti babi di Jembrana sehingga masyarakat tidak perlu khawatir apalagi resah.

Diakuinya memang ada tiga ekor babi mati milik warga Biluk Poh Kangin di Kelurahan Tegalcangkring. Namun matinya bukan disebabkan ASF. Ini dibuktikan dengan keberadaan dua ekor babi di kandang yang sama dalam kondisi sehat.

“Penyakit ASF itu tidak bersifat zoonosis atau menular ke manusia. Jadi warga tidak perlu takut mengkonsumsi daging babi” tegas Sutama.

Malah yang perlu dikhawatirkan sambungnya, adanya oknum yang memanfaatkanya dengan menghembuskan isu-isu negatif dari penyakit ASF. Tujuannya tidak lain untuk meraih keuntungan. Karena dengan menghembuskan penyakit ASF diharapkan peternak atau warga bisa menjual babinya dengan harga murah.

Mengantisipasi hal itu kata Sutama pihaknya rutin melakukan sosialisasi. Bahkan bekerjasama dengan desa adat, dinas, bendesa, majelis adat dan PHDI bahwa jika dimasak dengan baik, daging babi aman dikonsumsi.

Selain itu pihaknya juga mengkampanyekan dengan mengkonsumsi bersama-sama daging babi yang akan dilaksanakan Kamis (13/2) besok di gedung Auditorium Jembrana.

Baca Juga :
Dihadapan Bendesa Se-Bangli, Koster Berjanji Bangun Bangli Sebagai Wilayah Konservasi

 

Pewarta : Komang Tole
Editor : Mahatma Tantra

Leave a Comment

Your email address will not be published.