Galungan Tiga Hari Lagi, Kematian Babi di Gianyar Terus Bertambah

Avatar
angka kematian babi di Kabupaten Gianyar terus menerus bertambah.
ads

Balinetizen.com, Gianyar-

 

Terhitung sejak hari ini, Minggu (16/2), Hari Raya Galungan tinggal tiga hari lagi. Walaupun demikian, angka kematian babi di Kabupaten Gianyar terus menerus bertambah. Hal ini dikarenakan kematian babi secara sambung terjadi di Desa-desa yabg saling berdekatan.
Sampai saat ini, tidak ada kepastian tentang solusi kematian bahi ini. Para peternak, khususnya peternak kecil sangat merasa resah. Walaupun saat ini harga babi di Kabupaten Gianyar rata-rata Rp 26 ribu per kilo (untuk harga patungan). Namun tentu saja berdampak buruk bagi para peternak.
Salah satu peternak babi asal Banjar Kutuh Sayan Ubud, I Wayan Kopi, mengatakan bahwa meski kandangnya sudah bersih sebagaimana anjuran petugas, satu ekor babi betinanya  didapati mati, hari sabtu lalu. “Sebelumnya babi saya ini tidak mau makan.  Padahal ternak saya ini, akan melahirkan,” ujarnya, Minggu (16/2).
Lanjutnya, kematian ternaknya ditandai  dengan darah kental yang keluar dari mulut. Selain itu, bau darah tersebut sangat busuk. Kopi mengatakan sejak beberapa hari babinya tersebut tidak mau makan. Dirinya pun sempat bingung mengatasi kondisi itu. Dirinya pun  mengaku tidak bisa berbuat apa, selain menjaga kebersihan kandang,” ujarnya. Kopi hanya berharap pemerintah segera mencari solusi agar kondsi ini tidak terus berlanjut. Mengingat babi merupakan salah satu penunjang perekonomian masyarakat.
Kondisi yang sama juga dialami oleh sejumlah peternak di Lingkungan Junjungan Ubud. Kondisi inipun berimbas pada pembatalan pembelian oleh kelompok –kelompok patungan untuk perayaan hari Raya Galungan.  Wayan Duri, dari Banjar Petulu Gunung, Petulu Ubud, mengungkapkan jika pihak terpaksa membatalkan rencana pembelian dua ekor babi di daerah Junjungan untuk pemotongan hari penampahan Galungan. Karena di lingkungan itu sudah ada informasi tetnang  kasus kematian babi. Atas kondisi ini, banyak pula anggotanya yang membatalkan ikut patungan. “ Karena banyak yang ragu-ragu, kami pun memilih tidak melakukan pemotongan untuk patungan,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, I Made Raka saat dimintai solusi, apa yang harus dilakukan peternak saat babinya menunjukkan gejala kematian, seperti tidak enak makan. Dia hanya meminta peternak agar menjaga kebersihan kandang, dan menyemprotkan disinfektan agar kandang steril dari bakteri atau virus. Terkait berapa saat ini jumlah babi yang mati misterius di Kabupaten Gianyar, Raka tidak merincinya. Namun ia menegaskan jumlahnya relatif lebih sedikit dari kematian babi di kabupaten lain, seperti Tabanan

 

Baca Juga :
Rayakan Nyepi, Waspada Corona: PHDI, MDA dan Pemprov Bali Himbau Pengarakan Ogoh-Ogoh Ditiadakan

Pewarta : Ketut Catur
Editor : Mahatma Tantra

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may like

In the news
Load More
ads