Sosialisasi Prolegnas 2020 di Unud, Wayan Koster : Kita Tata Bali agar lebih Bertaksu

Avatar
Gubernur Bali I Wayan Koster memaparkan tujuan pembentukan UU Provinsi Bali ini untuk menata Bali lebih baik dan lebih metaksu.

Balinetizen.com, Denpasar-

 

Gubernur Bali I Wayan Koster memaparkan tujuan pembentukan UU Provinsi Bali ini untuk menata Bali lebih baik dan lebih metaksu. Lagi pula saat ini Bali masih dipayungi UU no 64  tahun 1958 dimana masih menggunakan konsederan UUD Sementara 1950, Bali artinya masih negara bagian sunda kecil.

 

Hal itu dikatakan Gubernur Koster saat sosialisasi UU Provinsi Bali  oleh DPR RI di Gedung Rektorat Universitas Udayana, Jimbaran Senin (17/2) pagi.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, Bali ini wilayahnya kecil, penduduknya pun hanya 4,2 juta jiwa. “Melalui visi Nangun sat kerthi loka Bali yang kami canangkan dengan beberapa Bidang prioritas, sedang giat menata ulang pondasi pembangunan Bali melalui langkah yang fundamental dan Komprehensif,” kata Wayan Koster.

Dikatakan, Bali belakangan ini sedang mengalami Perubahan drastis, penurunan kualitas di berbagai bidang sehingga harus ditata ulang agar taksunya, auranya tetap kuat. ” Ini penting untuk Menjaga citra dan kualitas Bali sebagai destinasi dunia, dengan salah satu prioritasnya adalah pembagunan di bidang lingkungan,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Bali itu.

Dikatakan kebijakan yang diambil seperti Pergub pembatasan samph plastik, kini sudah terhitung berhasil. Kita sudah bisa Zero plastik, di hotel, supermarket, dan tempat wisata. “Lima duta besar datang dan mengapresiasi kebijakan tersebut dan menyatakan ingin meniru Bali,” tandas Koster.

Dilanjutkan pula dengan kebijakan Bali energi bersih dan penggunaan kendaraan motor listrik berbasis baterai. Kita jalankan satu per satu. Begitu pula dengan pengolahan sampah berbasis sumber.

 

Di sisi lain, Pemprov Bali juga peduli terhadap keberlangsungan hidup budaya. Kebijakan budaya ini, guna memperkuat budaya dan adat tradisi. Bali hanya punya budaya. Tak punya gas, emas, perak. Harus tegak betul  budaya di Bali sebagai satu-satunya kekayaan.

Baca Juga :
Wo.MA Kabulkan PK Terpidana Narkoba

 

Pemajuan dan penguatan kebudayaan Bali, dikelola dengan kuat dan baik, agar Bali bisa survive. Bali jangan lagi kehilngan momentum.

 

Sampai saat ini jumlah wisatawan ke Bali total 6,3 juta orang yang juga setara 100 triliun rupiah devisa. “Tapi hingga saat ini kontribusinya belum ada untuk Bali, masih jauh dari harapan,” kata Koster.

 

“Untuk isu corona, saya pastikan Bali masih aman dan bahkan wisatawan meningkat dengan menyasar wisatawan Eropa, Amerika, dll Kecuali China yang sekarang sedang ditutup penerbangannya. Bali tidak ada goncangan di sektor pariwisata seperti yang diisukan dan terlihat di medsos, ” tambah Koster.

Dikatakan, Pemerintah pusat sangat mendukung pemulihan pariwisata Bali. “Kami dari Bali titip aspirasi ke baleg, usulan RUU Provinsi Bali.

Saat ini Bali masih dipayungi UU no 64  tahun 1958 dimana masih menggunakan konsederan UUD Sementara 1950, Bali artinya masih negara bagian sunda kecil.

“Sekarang kita kembali ke NKRI. UU yang menaungi Bali saat ini bertentangan dengan spirit konstitusi. Ini yang mendorong kami berupaya, agar Bali diselaraskan dengan UUD yang berlaku sekarang. Sesuai konteks dan kebutuhan di Bali.

“RUU tersebut masuk ke daftar komulatif terbuka, dan kami terus memohon dukungannya, ” ungkap Koster.

Sementara itu, Ketua Tim Kunker Baleg H Ibnu Multhazan mengatakan Gubernur Koster ini ‘paket lengkap’. Pernah di legislatif, sekarang mengemban tugas eksekutif.

 

Dikatakan, masyarakat tak perlu khawatir menangani isu corona. Saya yakin Bali akan dapat wisatawan , karena hanya wisatawan asal Cina yang dibatasi.

 

Sumber : Humas Pemprov Bali

Leave a Comment

Your email address will not be published.