Hujan Disertai Angin Kencang, Pohon Beringin di Pura Segara Tumbang

Avatar

 

Balinetizen.com, Jembrana

  • Sebuah pohon beringin yang tumbuh dibareal Pura Segara Gilimanuk, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, tumbang dan menimpa candi bentar pura.

    Pohon beringin berusia puluhan tahun ini dari informasi tumbang diakibatkan hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Jumat (28/2) malam.

    Kejadian pohon beringin tumbang diketahui warga pada Sabtu (29/2) sekitar pukul 05.00 Wita. Saat itu warga hendak bersembahyang serangkaian Hari Raya Kuningan.

    Warga melihat pohon beringin berdiameter 3 meter lebih ini tumbang kearah barat. Kendati akar tercabut, namun tidak sampai menyentuh tanah. Karena batang pohon tertahan candi bentar sehingga tidak menimpa Pelinggih Pengubengan yang ada di Madya Mandala Pura Segara.

    Oleh warga kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Bendesa Desa Adat Gilimanuk yang selanjutnya dilaporkan Ke BPBD Pemkab Jembrana.

    Menurut Bendesa Adat Gilimanuk, I Ketut Galung, pohon beringin yang tumbang sudah berumur puluhan tahun. “Pohonnya sudah sangat tua. Saya di Gilimanuk tahun 60 an pohonya (beringin) sudah ada” ujar Bendesa Galung, Sabtu (29/2).

    Diperkirakan pohon beringin yang menjadi cikal bakal Pura Segara Gilimanuk tumbang sekitar pukul 20.00 Wita saat hujan deras disertai angin kencang terjadi di Gilimanuk.

    “Untuk menebang dan membersihkan kami serahkan kepada petugas BPBD Jembrana” jelasnya.

    Melihat kemiringan, Bendesa Galung berharap agar pohon beringin itu segera ditebang. Karena dikhawatirkan jika terjadi hujan disertai angin kencang seperti Jumat malam akan bisa merusak bangunan dan Pelinggih di Pura Segara.

    “Kalau benar-benar roboh, bisa merusak banguna pelinggih lainnya” ujarnya.

    Sementara itu petugas BPBD Pemkab Jembrana yang datang langsung ke lokasi, tidak bisa berbuat banyak bahkan mengevakuasi pohon beringin itu.

    Jika dipaksakan memanjat dan melakukan pemotongan dikhawatirkan mengakibatkan kerusakan lebih fatal mengingat posisi pohon beringin tertahan candi bentar.

    “Kami masih berusaha mencari cara yang terbaik guna meminimalisir kerusakan dan kerugian” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Jembrana Ketut Eko Susilo Artha Permana. (Komang Tole)

Baca Juga :
Serahkan Beasiswa 799 Mahasiswa, Siapkan Aplikasi Sibaja Periode Berikutnya

Leave a Comment

Your email address will not be published.