Tak Mau Bicara Pilkada, Kembang Fokus Tangani Covid-19

Avatar
Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan.

Balinetizen.com, Jembrana-

 

Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan tidak mau bicara terkait Pilkada Jembrana. Namun dirinya ingin fokus dalam penanggulangan virus Corona (Covid-19).

“Saya tidak mau bicara politik, apalagi Pilkada (Jembrana) atau rekomendasi. Saya ingin fokus masalah Covid-19. Karena masalah Covid-19 lebih mendesak” ujar Wabup Kembang ditemui di lobi Kantor Bupati Jembrana, Kamis (2/4).

Diakuinya, banyak warga yang ingin bertemu dan mengundang dirinya untuk menghadiri suatu acara kendatipun hanya sebentar, namun ditolaknya. Bahkan ada yang menyampaikan bahwa yang hadir tidak lebih dari 10 orang, namun tetap ditolak.

“Saya sampaikan, untuk itu (Pilkada) ada saatnya nanti. Sekarang ada yang lebih penting, masalah virus Corona supaya masyarakat aman dan terhindar dari virus Corona” jelasnya.

Kembang mengatakan dalam upaya mencegah penyebaran dan penanggulangan Covid-19 sudah terkumpul anggaran sebesar Rp.22,9 miliar.

Angaran tersebut menurutnya dari hasil penyisiran disejumlah OPD dan DPRD Jembrana serta desa maupun kelurahan, terkecuali Dinas Kesehatan dan RSU Negara. “Kemungkinan akan bertambah karena penyisiran masih terus berlanjut” imbuhnya.

Kembang mengaku tidak tahu kapan Covid-19 akan berakhir. Karena itu semakin banyak anggaran yang didapat, semakin bagus. Karena kegunaannya untuk masyarakat Jembrana dalam penanggulangan Covid-19

“Saya ingin Jembrana siap menghadapi virus Corona (Covid-19)” tandasnya.

Anggaran yang terkumpul lanjutnya akan digunakan untuk pembelian APD (Alat Pengaman Diri), masker, rapid test, hand sanitizer, desinfektan dan prasarana penunjang tenaga medis. Termasuk untuk antispasi kedepan jika sewaktu-waktu pemerintah pusat memutuskan lock down atau karantina wilayah.

Juga menurutnya untuk pemberian insentif bagi tenaga medis yang terlibat langsung, petugas survailans (petugas pemantau), banser dan pecalang yang memang terlibat langsung dalam penanganan Covid-19.

Baca Juga :
Pasinteldim 1609/Buleleng Bertemu Wartawan

“Saya sudah usulkan untuk menambah tenaga surveilans. Tiap desa atau kelurahan minimal ada dua tenaga surveilans” ungkapnya.

Karena kata Kembang, petugas yang sekarang dari puskesmas masih kurang dan beban tugas yang diembannya juga sudah sangat berat.

“Tugasnya (surveilans) nanti memantau yang terpapar ODP, memberikan pelaporan kondisi dan memberi edukasi. Nanti mereka diberi pelatihan” pungkasnya.

 

Editor : SUT

Leave a Comment

Your email address will not be published.