Dewan Jembrana Sidak Kesiapan Gugus Tugas Covid-19

Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi bersama unsur pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD), Senin (20/4) secara mendadak mendatangi Posko Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana.

Balinetizen.com, Jembrana-

 

Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi bersama unsur pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD), Senin (20/4) secara mendadak mendatangi Posko Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana.

Rombongan sidak diterima Asisten I Sekda Jembrana Nengah Ledang dan Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, Ketut Eko Susila Artha Permana. Nampak hadir dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kasi Pidsus Ivan Praditya Putra dan Kasi Datun, Arief Ramadhoni.

Di lokasi selain mengecek kesiapan, DPRD Jembrana juga menggelar pertemuan diantaranya membahas terkait tempat dan penanganan PMI (Pekerja Migran Indonesia) asal Jembrana serta realisasi anggaran dari hasil penyisiran.

Sebelumnya seperti diketahui DPRD bersama TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) telah menyisir anggaran dan tersedia anggaran untuk penanganan virus Corona (Covid-19) sebesar Rp 23,4 miliar.

Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi mengatakan tujuannya datang untuk mengetahui apa kendala sehingga anggaran yang sudah tersedia belum bisa dimanfaatkan dan belum cair.

“SK Bupati sudah tanggal 9 April. Seharusnya (anggaran) sudah bisa digunakan. Kami akan cek setiap bidang yang menangani” ujar Sri Sutharmi.

Pihaknya sejak awal sudah mendesak agar anggaran hasil penyisiran tersebut segera dimanfaatkan untuk percepatan penanganan virus corona (Covid-19).

Khusus di BPBD Jembrana lanjutnya, untuk penanggulangan Covid-19 disiapkan anggaran sebesar Rp.5,9 miliar diantaranya untuk biaya hotel dan keperluan selama PMI di hotel serta petugas. “Kami minta yang Rp.5,9 miliar ini hari ini sudah cair sehingga tidak jadi kendala” tandasnya.

Terkait hal tersebut Kepala Pelaksana BPBD Jembrana Ketut Eko Susila Artha Pramana mengakui sempat ada kendala khususnya terkait penanganan PMI karena anggaran belum diplot dalam anggaran Rp.5,9 miliar tersebut.

Baca Juga :
232.500 Pcs Sarana Prokes Didistribusikan ke Satuan Pendidikan Se Buleleng

“Sempat terkendala karena perubahan regulasi sehingga harus merubah rancangan anggaran. Tapi kemarin akhirnya sudah bisa ditangani” ujarnya.

Selain mendatangi Posko Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dewan Jembrana juga mengecek langsung kesiapan hotel-hotel sebagai tempat singgah sementara PMI sebelum pulang ke rumah masing-masing.

“Kami ingin memastikan para PMI ini mendapat penanganan yang baik selama menjalani karantina” pungkas Sri Sutharmi.

 

Pewarta : Komang Tole
Editor : Mahatma Tantra

Leave a Comment

Your email address will not be published.