CEO ISOLA Wine, Agung Bagus Pratiksa Linggih, Tak Mau Terbelenggu Bayang-Bayang Popularitas Sang Ayah

Avatar

 

Balinetizen.com, Denpasar

Usai tuntaskan study-nya dari salah satu universitas terkenal di Manchester Inggris, Agung Bagus Pratiksa Linggih @ajuslinggih (Founder & CEO ISOLA Wine) belum juga menemukan sektor bisnis yang mengena di hatinya dari mulai mencoba peruntungan menjadi seorang banker, kontraktor sampai dengan pengadaan lampu LED sudah dijalaninya, bahkan sempat pernah hampir ‘nyangkut’ di dunia militer.

Hingga akhirnya, di bulan Desember 2015 dirinya berjumpa dengan pebisnis berkebangsaan Italy yang sedang kesulitan dalam memulai usaha wine di Indonesia, yang kemudian menjadi mitranya, maka terbentuklah ISOLA, nama brand untuk anggur lokal Bali.

“Keinginan saya sangatlah kuat untuk bisa keluar dari bayang-bayang popularitas bapak yang berkecimpung di dunia politik, ada rasa bangga bisa menemukan jati diri sendiri,” tutur anak ketiga dari petinggi Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih saat Live Instagram di akun @toyadevasya dengan Host Putu Astiti Saraswati @putume, CEO Toya Devasya dengan Tema ‘Life Must Go On’ How to Find Infinite Harmony in Our Limitation, Selasa. (28/4/2020).

Kemunculan ISOLA ternyata mendapatkan sambutan positif dari pasar, tak percuma dengan pemilihan varietas unggul yang digunakan sehingga memiliki cita rasa yang terbilang premium membuat Isola Wine bertengger di display beberapa peritel seperti Pepito, COCO mart dan minimarket lainnya di Bali.

“Tentu saja untuk menghasilkan wine terbaik diperlukan percobaan, penelitian, dan pengembangan tanpa henti, serta proses quality control yang mumpuni, ujarnya santai. Walaupun kenyataannya dipasar masih ada ‘gap’ antara ‘local wine’ dengan lokal import,” katanya dengan suara lirih.

Putu Astiti Saraswati @putume yang memandu acara menanyakan seberapa besar pengaruh pandemi covid-19 terhadap usaha yang digelutinya?

Baca Juga :
Pemkot Denpasar Dukung Pengembangan dan Pelestarian Bahasa Sanskerta

Ternyata badai pandemi Covid-19 yang menghantam dunia pariwisata juga cukup terasa mempengaruhi cashflownya, banyak costumernya yang kebanyakan dari Horeka (hotel, Restoran dan catering) mengalami kesulitan finansial, “Terpaksa mereka menunda pembayaran tagihan kami,” terangnya.

Ajus berharap setelah pandemi berlalu, ISOLA akan menembus pasar ekpor, serangkaian meeting dengan beberapa atase perdagangan beberapa negara baru-baru ini sudah dilakukan.
.
“Namun yang utama saat ini bagaimana dapat memberdayakan para petani binaan, dengan mengedukasi mereka untuk lebih mengutamakan kualitas ketimbang kualitas,” tutur pria yang akrab disapa Ajus ini.

Kini, Isola Wine terus melakukan pengembangan agar dapat menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi berstandar internasional, yang dibuat 100% secara lokal. (hd)

Leave a Comment

Your email address will not be published.