Cabuli Murid PAUD, Warga Jepang Dihukum 5 Tahun

Avatar

Balinetizen.com, Denpasar-

 

Warga Jepang, Kato Toshio yang dituntut hukuman 7 tahun penjara, Kamis (30/4) divonis bersalah dengan hukuman penjara selama 5 tahun. Hukuman tersebut sebagai ganjaran atas perbuatan Toshio yang terbukti mencabuli siswa Sekolah Pendidikan Usia Dini (PAUD).

Dalam sidang online di PN Denpasar tersebut, hakim ketua IGN Putra Atmaja,menyatakan sependapat dengan jaksa Assri Susantina bahwa terdakwa Toshio terbukti melanggar hukum Pasal 76 E Jo Pasal 82 ayat (4) UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan undang undang perlindungan anak.

“Setelah mempertimbangkan tuntutan jaksa, majelis hakim sepakat menjatuhkan hukuman penjara selama 5 tahun dan denda Rp.5 juta subsider tiga bulan pada terdakwa,” tegas hakim Atmaja.
Kasus memilukan ini terjadi Februari 2018 saat terdakwa menjadi tukang kebersihan di PAUD yang beralamat di Jalan Tukad Badung, Renon Denpasar.

Selain tenaga bersih-bersih, kakek kelahiran di Jepang, 1 Januari 1962, itu menggantikan tukang masak untuk anak anak PAUD apabila tukang masak khusus, libur atau tidak masuk kerja. Terdakwa sendiri tinggal di salah satu kamar yang ada di PAUD tersebut.

Sekitar bulan Januari 2019 sampai April 2019, ada lima anak anak PAUD masuk kamar terdakwa yang tidur siang. Saat itulah terdakwa melakukan perbuatan cabulnya terhadap para korban. Terdakwa menyuruh anak korban melepas baju mereka dan difoto. Kemudian terdakwa melepaskan celananya sendiri lalu mulai melakukan perbuatan tak senonoh ke korban, hingga mengeluarkan cairan putih dari kelaminnya.

Selanjutnya tanggal 17 Maret 2019, perbuatan terdakwa diketahui orangtua korban. Selanjutnya pada 30 Maret 2019 para ibu korban bertemu hingga akhirnya melaporkan
terdakwa ke Polresta Denpasar.

 

Baca Juga :
Menjaring Bibit Petenis Meja dari Gelaran PTMSI Bali Cup 2019

Editor : Nanto

Leave a Comment

Your email address will not be published.