Di Bali, Pasien Sembuh Covid-19 Bertambah 8 Orang, Pasien Positif Bertambah 22 Orang

Avatar

 

Balinetizen.com, Denpasar

Sekda Bali Dewa Indra, Selasa (16/6) menyampaikan update kasus covid-19. Jumlah kumulatif pasien positif 782 orang. Ini berarti bertambah 22 orang yang terdiri atas 1 orang WNA dan 21 orang WNI. 1 WNA positif karena terdampak transmisi lokal, sedangkan WNI positif terdiri atas 1 orang PMI dan 20 orang transmisi lokal.

Jumlah pasien yang telah sembuh, ujarnya, secara kumulatif berjumlah 510 orang. Pada hari ini bertambah 8 orang terdiri atas 1 orang WNA dan 7 orang WNI dari transmisi lokal. Sedangkan jumlah pasien yang meninggal sejumlah 6 orang (tidak ada penambahan). Saat ini jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) 266 orang yang berada di 11 rumah sakit rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah dan BPK Pering.

“Dari data tersebut bisa kita lihat hari ini terjadi lagi penambahan 22 orang transmisi lokal, jika dihitung dengan persentase, di mana kumulatif dari penyebaran transmisi lokal 59,08%, jika kita teliti lebih jauh transmisi lokal ini penyebarannya paling banyak terjadi di pasar dan ini menimbulkan cluster baru yang sangat berisiko,” terang Sekda Dewa Indra.

Selanjutnya, dalam rapat tersebut Sekretaris Daerah Kota Denpasar AA Ngurah Rai Iswara membenarkan bahwa saat ini terlebih sejak tanggal 5 Juni 2020 terjadi peningkatan transmisi lokal yang sangat signifikan di Kota Denpasar, jika dipersentasekan jumlah transmisi lokal di Kota Denpasar mencapai 73% dan hal tersebut didominasi dari penyebaran di pasar tradisional.

Untuk itu, terdapat 3 hal yang sudah dan harus dilaksanakan dalam menekan transmisi lokal tersebut. Pertama, Kota Denpasar telah menerapkan Perwali No. 32 yaitu Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Kedua menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat terkait physical distancing. Ketiga memberikan suatu hal yang bisa diadaptasi oleh masyarakat misalnya dengan membiasakan diri dalam penerapan protokol kesehatan, dan Keempat dimana semua hal tersebut bisa menuju pada kemandirian masyarakat. Selain itu Denpasar juga sudah meningkatkan kembali peran dan fungsi dari satgas gotong royong. “Beberapa hal ini diharapkan dapat menekan terjadinya transmisi lokal,” pungkasnya.

Baca Juga :
Bali Bagus Diduga Toko Berjejaring, Pedagang Kecil Protes

Lebih dari itu, usul lain juga muncul dari beberapa komponen di antaranya SOPS Kodam IX Udayana yang mengatakan bahwa salah satu strategi yang harus dilakukan adalah penguatan dalam kontroling, khususnya di area pasar tradisional yang merupakan tempat pertemuan orang banyak. “Perlu adanya posko khusus yang terdiri atas semua komponen pemerintah, TNI dan Polri dalam melakukan pengawasan dan sosialisasi di pasar, karena biasanya jika seseorang sudah ada ada dipasar maka protokol kesehatan akan diabaikan meskipun para petugas sudah menyediakan tempat cuci tangan atau sarana yang lainnya. Jadi perlu dilakukan upaya penegasan,” ungkapnya.

Menanggapai bebertapa usul dari berbagai pihak, maka Sekda Dewa Indra selaku pimpinan rapat menyimpulkan beberapa hal yang akan segera ditindak lanjuti, yaitu upaya pencegahan transmisi lokal harus dilakukan secara bersama-sama. Khususnya terkait dengan upaya pencegahan di pasar, Dinas Perindag Provinsi Bali segera melakukan koordinasi dengan Disperindag Kabupaten/Kota untuk melakukan upaya pengawasan dan sosialisasi secara masif di pasar-pasar.

“Diperlukan suatu upaya pengawasan atau kontrol yang kuat di lingkungan pasar yang melibatkan untur TNI/Polri sehingga penegasan terhadap masyarakat yang belum oatuh terhadap protokol kesehatan dapat dilakukan,” katanya.

Upaya sosialisasi kepada masyarakat khususnya masyarakat yang kurang informasi harus terus dilakukan baik menggunakan media sosial, cetak maupun elektronik. Penguatan satgas gotong royong harus kembali digalakan, untuk meminimalisir penyebaran transmisi lokal di wilayah pedesaan.

“Kesimpulan ini akan segera saya tindak lanjuti baik nanti akan dituangkan dalam bentuk kebijakan atau lainnya, untuk itu saya meminta seluruh komponen mari kita bekerjsama dalam upaya menekan penyebaran virus ini, sehingga virus ini dapat segera berlalu,” pungkasnya.

Editor : Whraspati Radha

Baca Juga :
Impor Rektor dan Dosen Asing, Benarkah Resep yang Tepat?

Leave a Comment

Your email address will not be published.