Desa Tigawasa Bersolek, Garap Rabat Beton, Bak Penampungan Air Bersih Dan Ratusan Unit Bedah Rumah

Avatar
Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali merupakan Desa Bali Age yang saat ini terus bersolek melakukan pembangunan.

Balinetizen.com, Buleleng-

 

Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali merupakan Desa Bali Age yang saat ini terus bersolek melakukan pembangunan. Artinya yang tadinya kesulitan air, kini sudah bisa tertanggulangi dengan baik. Begitu juga dengam infrstruktur jalan yang tadinya rusak, kini sudah bisa dilalui dengan baik menambah lancarnya arus lalulintas jalan desa setempt. Dan juga banyaknya rumah warga yang tadinya kurang layak huni, kini sudah bisa ditempati lebih baik lagi, berkat adanya bantuan bedah rumah.

Perbekel (Kepala Desa) Tigawasa, Made Sudarmayasa mengatakan program pemerataan pembangunan di masing-masing desa, khususnya Infrastruktur mulai dirasakan masyarakat desa setempat. Seperti yang dialami masyarakat Desa Tigawasa. Dimana di Tahun 2019, boleh dikatakan tahun keberuntungan. Bagaimana tidak, pasalnya program padat karya dengan mengerjakan Rabat Beton sepanjang 2.180 meter. Selanjutnya mengerjakan 3 unit Bak penampungan air bersih dengan menelan biaya anggaran sebesar Rp. 900 juta yang bersumber dari ADD.

“Yang patut juga disyukuri, bantuan bedah rumah dari Pemerintah Kabupaten Badung sebanyak 263 unit bedah rumah yang diperuntukan bagi warga pra sejahtera, sebesar Rp 15 miliar.” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan pembangunan Rabat Beton dan bak penampungan air sempat terhenti lantaran kondisi alam. Seperti hujan dan medan yang berat (ekstrem). Sehingga para pekerja kesulitan dalam mengerjakan Rabat Beton maupun pengerjaan bak penampungan air bersih. Sehingga ditunda pengerjaannya hingga Tahun 2020.

“Penundaan pekerjaan proyek Rabat Beton dan Bak Penampungan Air Bersih itu, kini menuai protes beberapa warga masyarakat. Lantaran proyek yang semestinya dituntaskan Tahun 2019 lalu.” ungkapnya.”Penundaan pekerjaan sudah sesuai dengan segala pertimbangan. Karena Rabat Beton dan pembangunan 3 unit bak penampungan air bersih sedang terjadi hujan lebat. Sehingga Rabat Beton dialihkan ketempat lain dengan mendahulukan pembangunan bedah rumah sebanyak 263 unit tersebar di 9 dusun. Rinciannya 25 hingga 30 unit bedah rumah perdusunnya.” tandas Perbekel Made Sudarmayasa.

Baca Juga :
Kadis Kesehatan Tepis Anggapan Seorang Wisatawan Cina Terjangkit Virus Corona di Bali

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Pembangunan Desa Tigawasa, I Putu Eka Adnyana saat ditemui awak media di lokasi pekerjaan Rabat Beton, Selasa (24/6/2020) menjelaskan bahwa penundaan pekerjaan sudah melalui berbagai pertimbangan, seperti kondisi (cuaca) hujan lebat.”Semuanya sudah dibuatkan berita acara yang disepakati bersama antara Perbekel, BPD dan tokoh masyarakat.” ungkapnya.”Rabat Beton yang nyaris tuntas pengerjaannya itu, sudah dikerjakan sejak dua minggu lalu.” jelas Putu Eka Adnyana.

Dikatakan juga, tujuan Rabat Beton dan Air Bersih adalah untuk memajukan perekonomian warga yang selama ini, kurang mendapat pasokan air bersih.”Warga yang bertempat tinggal jauh dari pusat desa, acap kali mengeluhkan akses jalan menuju desa. Karena umumnya warga berdomisili disekitar lahan perkebunan mereka.” pungkasnya.

 

Pewarta : Gus Sadarsana
Editor : Mahatma Tantra

Leave a Comment

Your email address will not be published.