New Normal Ala Desa Lokapaksa, Bagikan Sembako Hasil Sumbangan Tunjangan Perbekel Dan Perangkat Desa

Avatar
Perbekel Desa Lokapaksa, I Wayan Ariadi.

 

Balinetizen.com, Buleleng-

New Normal bagi masyarakat, khususnya masyarakat Desa Lokapaksa Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng Bali berharap ada perubahan dibidang ekonomi. Mengingat selama tiga bulan mengikuti himbauan pemerintah mengantisipasi merebaknya pandemI covid-19 sangat berdampak terhadap perekonomian keluarganya.

Seperti diungkapkan Perbekel Desa Lokapaksa, I Wayan Ariadi. Menurutnya dengan dibukanya new normal masyarakat berharap perekonomian kembali pulih. Apalagi masyarakat desa yang dominan memiliki mata pencaharian sebagai buruh, tani dan pedagang ini, sangat merasakan sekali dampak dari pandemi virus corona..”Terutama para pedagang sayur mayur dan sejenisnya di pasar tradisional di desa, sehingga di era new normal berharap ada perubahan hasil jualan mata dagangannya di pasar. Karena dengan diberlakukannya jam buka tutup pasar pada jam-jam tertentu, membuat kelimpungan menjual mata dagangannya yang harus laku pada pagi hari. Jadi dengan pemberlakuan jam buka tutup lebih lama lagi sangat diharapkan akan terjadi perubahan dalam menjual hasil perkebunan petani.” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan terhadap penerima sembako yang tercecer dan belum dapat menerima bantuan dari pusat, provinsi dan daerah serta dana desa, pihaknya berinisiatif melakukan terobosan dengan menyisihkan penghasilan dari tunjangan yang diterima untuk disumbangkan ke penerima sembako.”Saya dan perangkat desa berusaha mencari jalan terbaik untuk menangani warga yang belum menerima sembako terdampak covid. Dengan niat yang tulus akhirnya secara bergotong royong menyumbangkan tunjangan yang diterima setiap bulannya dengan jumlah yang bervariasi. Semisalnya dari saya, menyumbangkan tunjangan sebesar Rp 1 juta, begitu juga dengan Sekdes Rp 700 ribu dari Rp 500 ribu yang ditawarkan dan selanjutnya dari Kaur hingga Kelian Banjar Dinas sumbangannya secra variatif hingga Rp 300 ribu.” papat Ariadi.

Baca Juga :
Balitbangtan Dorong Pemanfaatan VUB Sorgum Bioguma

Dari pengumpulan sumbangan tunjangan selama tiga bulan, akhirnya bisa memberikan sumbangan sembalo perpaketnya dengan nilai nominal Rp 100 ribu bagi 81 KK.”Astungkara, kami bisa menyisihkan tunjangan untuk sembako bagi 81 kk setiap bulannya selama tiga bulan. Dan juga ada sumbangan dari pengusaha yang sudah dijadikan sembako. Kami berharap semuanya ini ada manfaatnya untuk mengurangi beban keluarga akibat dampak dari covid-19” ucapnya menegaskan.

Iapun berharap semua warga agar tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk mengikuti protokol kesehatan, kendatipun sudah diberlakukan new normal.”Kami bagikan masker agar masyarakat tetap memakainya guna mengantisipasi covid. Bagi para pedagang pasar tradisional, juga kami berharap agar tetap melakukan protokol kesehatan. Demi keamanan bersama. Karena sudah ada warga kami yang terdampak dalam hal ini” tandas Aryadi. GS

Leave a Comment

Your email address will not be published.