Kisah Pilu Nenek Peyek, Hidup Seorang Diri Dikontrakan

Avatar

 

Balinetizen.com, Denpasar

Menjalani hidup bahagia di hari tua bersama keluarga merupakan harapan setiap manusia, namun sayang kondisi itu tak dapat dirasakan oleh semua diri manusia. Salah satunya, seorang wanita tua berumur 89 tahun. Maesaroh namanya, seorang perempuan tua itu kini hidup seorang diri di sebuah kontrakan kecil, tepatnya di Jl.Pulau Misol, Denpasar Barat.

Sejak kepergian sang suami pada beberapa tahun silam, dan kemudian disusul oleh anak semata wayangnya, kini Nenek Peyek-sapaan akrabnya, hidup seorang diri tanpa satu pun keluarga yang menemani hari tuanya. Meski ia memiliki satu orang cucu, namun naas cucunya ngga pernah merawat Nenek Peyek.

“Dipanggil Nenek Peyek karena dulu beliau pernah jualan peyek,” tutur Kepala Cabang Rumah Yatim Bali, Yana, usai mengunjungi kediamannya, Selasa (21/7).

Karena usianya yang sudah hampir satu abad, Nenek Peyek kini tak mampu lagi menjalankan aktivitas seperti biasanya. Tubuhnya yang sudah tua, dan lemah itu kini hanya bisa berbaring dan duduk di atas ranjang. Bahkan, kondisi kakinya kini sudah tidak bisa berjalan normal.
“Dua tahun lalu saat itu lagi hari raya nyepi, beliau pernah jatuh saat mau menyalakan lampu, kondisi gelap, sejak itu dia tidak bisa jalan,” imbuh Yana.

Menurut penuturan Yana, akibat kakinya yang tidak bisa berjalan akhirnya semua aktivitas ia lakukan dari atas kasur, mulai dari makan, tidur, mandi, kencing, bahkan buang air besar, ia lakukan di satu tempat.

Namun ternyata Allah begitu menyayangi Nenek Peyek, Allah tidak membiarkan Nenek Peyet hidup seorang diri. “Alhamdulillah ada 2 tetangga di kanan kiri kontrakannya yang membantu memberi makan, mengurus, memandikan beliau, bahkan sampai membuang kotoran beliau,” tutur Yana.

Baca Juga :
Berdalih Terbelit Hutang, Tikok Curi Tabung Gas dan Burung

“Kontrakan bayar 400 ribu/bulan, dulu suaminya tentara jadi punya pensiunan tapi di bawa sama cucunya dan Nenek hanya di kasih 400 ribu untuk bayar kontrakan aja,” imbuhnya.

Atas kondisi itulah, Rumah Yatim Cabang Bali memberinya sejumlah bantuan kebutuhan pokoknya. Melalui bantuan tersebut, diharapkan dapat sedikit membantu mencukupi kebutuhan Nenek Peyet selama beberapa hari kedepan.

“Tadi baru ngasih bantuan pempers, sabun mandi dan sabun cuci. Insyaallah kedepan akan memberi bantuan lagi,” tandasnya. (RED)

Leave a Comment

Your email address will not be published.