Diatur di Perda 6/2020, Bali Punya Sistem Informasi Kesehatan Krama Bali Sejahtera, Permudah Askes Layanan Kesehatan

Avatar
Gubernur Bali Wayan Koster.

Balinetizen.com, Denpasar-

 

Penyelanggaran kesehatan di Bali memasuk era baru dengan diterbitkannya Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 6 Thun 2020  Tentang Penyelenggaraan Kesehatan.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam keterangan persnya, Senin (27/7/2020) memaparkan sejumlah hal baru yang diatur dalam Perda ini.

Antara lain: Sistem Informasi Kesehatan Krama Bali Sejahtera (SIK-KBS); Pengembangan Penyelenggaraan Kesehatan, Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Wisata; dan Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali.

“Kesehatan adala hak mendasar masyarakat, kita ingin menjamin dan memastikan itu dengan berbagai pengaturan baru dalam Perda Penyelenggaran Kesehatan ini,” kata Gubernur Koster.

Sistem Informasi Kesehatan Krama Bali Sejahtera (SIK-KBS) mengintegrasikan lokasi Faskes; fasilitas dan pelayanan yang tersedia di Faskes; pendaftaran pasien di masing-masing Faskes; ketersediaan ruang rawat/tempat tidur di masing-masing Faskes yang memiliki rawat inap; dan riwayat kesehatan Krama Bali.

SIK-KBS dilaksanakan dalam satu pulau, satu pola dan satu tata kelola antar wilayah maupun antar Faskes yang dikelola oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan swasta yang berbasis teknologi informasi.

“Masyarakat juga berhak memperoleh kemudahan akses informasi melalui SIK-KBS,” ungkap Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Pengembangan penyelenggaraan kesehatan dititikberatkan pada peningkatan akses dalam mewujudkan pemerataan penyelenggaraan kesehatan yang berupa; peningkatan mutu sumber daya, upaya kesehatan, informasi kesehatan, dan pembiayaan.

Salah satunya adalah upaya untuk meningkatkan klasifikasi Rumah Sakit Umum milik Pemerintah Daerah di Kabupaten/Kota agar sekurang-kurangnya terdapat Rumah Sakit Umum Kelas B.

Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Wisata meliputi: pelayanan kesehatan pra wisata; pelayanan kesehatan saat berwisata; dan pelayanan kesehatan pasca wisata. Rumah Sakit, Puskesmas, dan Klinik pada Destinasi Wisata harus menyelenggarakan pelayanan kesehatan terstandar bagi Wisatawan.

Baca Juga :
Satu keluarga dari Kota Serang diduga korban jatuhnya Sriwijaya Air

Penyelengaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali diselenggarakan pada Faskes dengan memanfaatkan potensi pengobatan lokal berbasis budaya Bali, dilaksanakan secara terintegrasi dilakukan oleh Tenaga Kesehatan tradisional dan Tenaga Kesehatan lain untuk pengobatan/perawatan pasien.

PengaturanPenyelenggaraanKesehatanmerupakan komitmen yang kuat dan konsisten Pemerintah Provinsi Bali untuk melaksanakanprogram dalam bidang kesehatanyang terjangkau, merata, adil, dan berkualitas sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat (Jana Kerthi). (dan)

 

Editor : SUT

Leave a Comment

Your email address will not be published.