Reses di Densel, Emiliana Sri Wahjuni Getol Edukasi Protokol Kesehatan Sambil Berbagi Tali Kasih

Avatar

Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar dari PSI Emiliana Sri Wahjuni saat reses di Yayasan Cahaya Bintang Timur, Jalan Raya Sesetan No. 221 ABC, Denpasar, Jumat (14/8/2020).

Balinetizen.com, Denpasar

Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Emiliana Sri Wahjuni menggelar reses turun ke daerah pemilihannya di Denpasar Selatan (Densel) menyapa dan menyerap aspirasi masyarakat di Yayasan Cahaya Bintang Timur, Jalan Raya Sesetan No. 221 ABC, Denpasar, Jumat pagi (14/8/2020).

Namun suasana reses kali ini sedikit berbeda dari reses sebelumnya karena dilangsungkan di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhirnya. Karenanya pelaksanaan reses ini tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Diantaranya  menjaga jarak, memakai masker, rajin cuci tangan dan secara khusus pula membatasi jumlah warga yang hadir dalam reses maksimal 50 orang dalam satu titik yang diatur maksimal 20 orang masuk  ruangan maupun jarak duduk warga.

Selain menyerap aspirasi warga yang sebagian juga disampaikan secara tertulis, Emiliana Sri Wahjuni juga tetap mengedukasi warga tentang pencegahan Covid-19 atau virus Corona.

Ia juga berbagi tali kasih meringankan beban warga dengan membagikan paket bingkisan beras disertai juga face shield dan masker untuk mengingatkan warga tetap memproteksi diri agar terhindar dari penularan Covid-19.

“Reses kali ini saya tetap ingin berbagi selain memang tugas saya menyerap aspirasi dan melihat langsung kondisi masyarakat di dapil saya,” kata Emiliana Sri Wahjuni yang juga Sekretaris Fraksi NasDem-PSI DPRD Kota Denpasar.

Berbagai aspirasi hingga keluhan disampaikan warga yang hadir baik secara langsung maupun secara tertulis dan tidak sedikit pula yang menyampaikan aspirasi mereka di halaman Facebook Fanpage Emiliana Sri Wahjuni.

Baca Juga :
324 PPDP Jalani rapid test, 5 orang dinyatakan reaktif Langsung Diganti

Sejumlah hal yang disampaikan diantaranya persoalan pendidikan di tengah pandemi. Khususnya terkait dengan adanya penambahan beban orang tua untuk pengeluaran biaya kuota karena siswa saat ini masih belajar daring atau online.

“Orang tua mengeluh karena boros kuota. Sedangkan dana BOS yang bisa sebagian dialihkan untuk membantu kuota siswa juga tidak mencukupi. Orang tua juga minta ada keringanan uang SPP di sekolah,” kata Samuel Joko selaku Kepala Sekolah SD Bintang Timur.

Selain soal kuota internet, banyak warga juga mengeluhkan tidak adil dan tidak meratanya penyaluran berbagai bentuk bantuan sosial seperti BLT (Bantuan Langsung Tunai) bahkan ada juga yang tidak tepat sasaran.

“Bantuan sosial kenapa pilih kasih, tidak ada keadilan, padahal kami sama-sama KTP Denpasar,” kata salah satu warga.

Selain itu warga juga mengaku semakin sulit memenuhi kebutuhan keseharian sebab banyak yang dirumahkan dan kena PHK di tempatnya bekerja.

Sementara aktivitas perekonomian dan khususnya pariwisata yang sudah mulai dibuka bertahap juga belum mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi mereka yang sudah terlanjur menjadi pengangguran.

Pada sore harinya di hari yang sama reses dilanjutkan digelar di di Rumah Kreatif Emiliana Sri Wahjuni, di Kerta Dalam Mansion, Desa Sidakarya, Denpasar. Aspirasi dan keluhan serupa juga disampaikan warga yang hadir.

Atas berbagai keluhan dan aspirasi warga ini, Emiliana Sri Wahjuni menegaskan hal tersebut akan disampaikan sebagai laporan reses untuk selanjutnya ditindaklanjuti di Dewan.

“Khususnya soal kuota internet saya sudah sering sampaikan dan dorong agar Pemerintah Kota bisa kerjasama dengan pihak provider agar bisa bantu gratiskan kuota untuk siswa. Ini akan terus kami dorong,” kata tokoh perempuan yang memang sangat peduli pada pendidikan ini.

Baca Juga :
Sekehe Topeng Prembon dan Taman Penasar Duta Denpasar Dibina Tim Provinsi

Ketua Yayasan Cahaya Bintang Timur Wim Harijanto mengapresiasi kegiatan reses dan kepedulian Emiliana Sri Wahjuni ini. “Beliau salah satu anggota Dewan yang rajin, giat, aktif kunjungi masyarakat langsung ke bawah sambil tetap memberikan edukasi protokol kesehatan. Jadi kami cukup puas dengan kinerja beliau,” kata Wim Harijanto.

Pihaknya pun berharap Emiliana Sri Wahjuni terus meningkatkan kinerja sebagai wakil rakyat yang memang sudah terbukti memberikan kepedulian dan perjuangan nyata untuk masyarakat khususnya di Denpasar Selatan.

“Apa yang dilakukan perlu ditingkatkan, menjadi contoh bagi Anggota Dewan lainnya agar terus dekat dengan masyarakat, berikan solusi dan arahan yang tepat di tengah pandemi,” pungkas Wim Harijanto.

Untuk diketahui, Yayasan Cahaya Bintang Timur menanungi sejumlah lembaga pendidikan seperti SDK Bintang Timur yang berdiri sejak 2016 (dengan total siswa 100-an orang siswa) dan Gereja Swiss Ministry berdiri sejak tahun 2000-an.

“SDK Bintang Timur ini untuk segala segmen masyarakat dan kami lebih mengedepankan sosial kemanusiaan, siswa tidak mampu dicarikan orang tua asuh. Yayasan juga memberikan subsidi beasiswa. Jadi kita tidak profit oriented,” papar Wim Harijanto.  (dan)

Leave a Comment

Your email address will not be published.