Pleno Bawaslu, Camat dan Kadis Dinilai Melanggar

Avatar
Bawaslu Jembrana, Kamis (3/9) menggelar rapat pleno.

Balinetizen.com, Jembrana-

 

Setelah memeriksa saksi-saksi dan dua oknum PNS sebagai terlapor, Bawaslu Jembrana, Kamis (3/9) menggelar rapat pleno. Hasilnya, dua oknum PNS ini dinilai melanggar.

Rapat pleno dipimpin Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan bersama dua komisioner Bawaslu Jembrana lainnya, Made Wartini dan Nyoman Westra dilaksanakan di ruang rapat Bawaslu Jembrana.

Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan ditemui seusai rapat pleno mengatakan kedua terlapor oknum PNS dengan inisial Y dan N tidak melakukan pelanggaran pidana.

“Tidak ada pelanggaran pidana karena tidak memenuhi unsur terkait undang-undang Pilkada nomor 6 tahun 2020. Calon juga belum ada” jelas Pande, Kamis (3/9).

Namun lanjut Pande, dari hasil pemeriksaan dokumen, saksi-saksi dan pelapor serta terlapor setelah dilakukan kajian, status kedua terlapor patut diduga memenuhi unsur pelanggaran hukum lainnya.

Dalam hal ini kata Pande, patut diduga melanggar PP No 42 tahun 2004 tentang pembinaan jiwa korp dn kode etik PNS pasal 11 huruf c yag menyatakan bahwa dalam etika terhadap diri sendiri, PNS wajib menghindari konflik kepentingan pribadi, kelompok dan atau golongan.

PP ini kata Pande, dipertegas kembali dalam peraturan Menteri PAN RB No B /71/ M.SM.00.00/2017 tanggal 27 Desember 2017, dimana PNS dilarang mengunggah, menanggapi seperti like koment atau sejenisnya atau menyebarluaskan gambar atau photo bakal calon atau pasangan calon kepala daerah dan visi misi bakal calon atau pasangan calon maupun keterkaitan lain dengan bakal calon atau bakal pasangan calon kepada daerah melalui media online ataupun media sosial (medsos).

“Kami sudah membuat surat rekomendasi kepada Bupati Jembrana selaku atasan kedua oknum PNS ini. Selanjutnya nanti Bupati yang memutuskan untuk sanksinya.sesuai aturan yang berlaku” ujar Pande.

Baca Juga :
Wabup Suiasa Hadiri Piodalan Pura Taman Ayun Mengwi

Diberitakan sebelumnya oknum kedua PNS yakni Camat Pekutatan Wayan Yudana dan Kadis Pariwisata Jembrana Nengah Alit dilaporkan Putu Arta (50) warga Kelurahn Gilimanuk, Kecamatan Melaya. Kedua PNS ini dilaporkan atas dugaan mengajak mendukung salah satu salon melalui group WhatsApp.

Menindaklanjuti laporan tersebut Bawaslu Jembrana kemudian memeriksa saksi Nyoman Suantaya dan Panca Bayu. Selain saksi, Bawaslu Jembrana juga memeriksa kedua terlapor, Camat Pekutatan dan Kadis Pariwisata Jembrana. (Komang Tole)

 

Editor : SUT

Leave a Comment

Your email address will not be published.