Jamin Kesehatan Lansia, Srikandi PSI Emiliana Sri Wahjuni Dorong Iuran BPJS Kesehatan Digratiskan

Avatar

Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar Emiliana Sri Wahjuni (berdiri) saat bersama perwakilan lansia dalam acara Senior’s Fellowship Talk Show.

Balinetizen.com, Denpasar

Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar Emiliana Sri Wahjuni memberikan perhatian serius terhadap pemenuhan hak-hak dan terjaminnya kesejahteraan para warga lanjut usia (lansia) khususnya di Kota Denpasar.

Terlebih saat ini Srikandi DPRD Bali dari PSI (Partai Solidaritas Indonesia) ini dipercaya sebagai Wakil Ketua Pansus Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perlindungan Lansia DPRD Kota Denpasar yang terus bekerja dengan serius mengawal regulasi ini agar benar-benar menjamin kesejahteraan dan kesehatan para lansia.

Emiliana Sri Wahjuni pun berusaha hadir langsung di tengah-tengah para lansia dan menyerap aspirasi mereka untuk nantinya dijadikan bahan masukan saat pembahasan mematangkan Ranperda Perlindungan Lansia ini dengan Pemerintah Kota Denpasar.

Hal ini dilakukan lewat acara bertajuk “Senior’s Fellowship Talk Show: Stay Healthy & Happy in Every Seasons” di Rumah Kreatif Emiliana Sri Wahjuni, di Kerta Dalam Mansion, Desa Sidakarya, Denpasar, Sabtu sore (26/9/2020).

Acara ini melibatkan sejumlah perwakilan lansia dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan membatasi jumlah peserta acara.

“Ini semacam hearing (dengar pendapat) dan bagian saya mesosialisasikan Ranperda Lansia yang sedang digodok Dewan. Saya ingin dengar langsung para lansia butuh apa dari negara, dari Pemerintah Kota Denpasar,” kata Emiliana Sri Wahjuni.

Salah satu isu krusial yang menyangkut lansia yang juga menjadi aspirasi dan keluhan yang didengar langsung Emiliana Sri Wahjuni dari pada lansia dalam acara Senior’s Fellowship Talk Show ini adalah mengenai kesehatan.

Para lansia ini berharap ada perhatian lebih dari pemerintah terhadap jaminan akses pelayanan kesehatan yang memadai bagi para lansia ini termasuk dari sisi biaya agar ada keringanan.

Baca Juga :
Kedubes Korsel di Jepang Terima Surat Ancaman

Bahkan diharapkan jika memungkinkan agar progam jaminan kesehatan khusus misalnya iuran BPJS Kesehatan bagi lansia agar digratiskan.

“Kesehatan lansia harus diperhatikan, misalnya BPJS gratis kalau bisa. Perlu juga beberapa bulan sekali agar rutin ada pemeriksaan kesehatan bagi para lansia,” kata Pdp. Veronica,S.th, salah satu perwakilan lansia yang juga menjadi pembicara dalam acara ini.

Mendengar salah satu aspirasi ini, Emiliana Sri Wahjuni pun sangat sependapat. Hal itu juga yang menjadi pemikirannya sejak awal dipercaya di Pansus Ranperda Perlindungan Lansia.

“Kami dorong agar BPJS Kesehatan untuk lansia digratiskan. Dalam artian kalaupun dari pusat tidak bisa gratis ya Pemerintah Kota Denpasar yang memberikan subsidi untuk pembayaran iurannya,” kata Emiliana Sri Wahjuni.

Ia menjelaskan pentingnya Ranperda Perlindungan Lansia ini dalam rangka untuk mewujudkan kesejahteraan sosial guna mencapai lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif dan berdayaguna bagi keluarga dan masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap lansia sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Untuk menjamin perlindungan dan pemenuhan hak lansia di Kota Denpasar, perlu dilakukan upaya berupa kebijakan, program dan kegiatan yang menjamin terpenuhi hak lansia.

Karenanya kehadiran Ranperda Perlindungan Lansia ini untuk memberi arah, landasan dan kepastian hukum kepada Pemerintah, masyarakat, dan keluarga bertanggung jawab atas terwujudnya upaya peningkatan kesejahteraan sosial lansia.

“Dengan regulasi ini kita ingin memberikan perlindungan bagi para lansia dan penekanan pentingnya peran pemerintah. Sebab mereka kelompok masyarakat rentan dan sensitif,” tegas Emiliana Sri Wahjuni yang juga Sekretaris Fraksi NasDem-PSI DPRD Kota Denpasar ini.

Saat ditanya mengenai acara Senior’s Fellowship Talk Show ini, tokoh perempuan yang memang sangat konsern pada isu-isu pemberdayan perempuan ini mengaku ingin juga menyediakan ruang bergembira dan berbagi bersama para lansia.

Baca Juga :
Sikapi Virus Corona, Pemkab. Badung dan Komponen Pariwisata Lakukan Koordinasi, Sekda : Pastikan Penanganan Dilakukan Profesional Sesuai Standar WHO

Harapannya mereka bisa terhibur di tengah pandemi Covid-19 namun tetap mengutamakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 karena memang para lansia juga rentan terpapar Covid-19.

“Para lansia disuruh diam dia rumah bisa jadi stress, tidak betah. Jadi kami ajak mereka bergembira bersama tapi tetap taat dan disiplin dengan protokol kesehatan,” pungkas Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar yang membidangi kesehatan, pendidikan, pemuda dan olahraga, pemberdayaan perempuan, sosial dan tenaga kerja, kebersihan dan pertamanan, pariwisata dan lain-lain ini. (wid)

Leave a Comment

Your email address will not be published.