TNI/Polri Memburu Tajen Di Pandemi Covid-19 Di Buleleng, Judi Tajen Di Tangguwisia Dan Di Hutan Pangkungparuk Digerebeg

Avatar
Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa,S.I.K,MH dan Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto, SE.,M.I.K secara tegas tidak mentolerir adanya judi sabungan ayam (Tajen) di wilayah hukumnya di Kabupaten Buleleng.

Balinetizen.com, Buleleng-

 

Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa,S.I.K,MH dan Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto, SE.,M.I.K secara tegas tidak mentolerir adanya judi sabungan ayam (Tajen) di wilayah hukumnya di Kabupaten Buleleng ditengah-tengah saat pandemi covid-19.

Seperti yang terjadi pada Sabtu (26/9/2020) sekitar Pukul 10.00 Wita, Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Muhammadf Windra Lisrianto bersama Kapolsek Seririt Kompol Gede Juli, SH melakukan penggerebegan Tajen di Desa Tanguwisia, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng.

“Ada info akan diselenggarakan sabungan ayam. Kemudian personil Polsek bersama TNi datang ke TKP yang diduga terselenggaranya giat judi tajen tersebut. Namun keduluan bebotoh sudah berlarian, sehingga arena atau kalangan jud tajen kosong. Selanjutnya dilakukan pembongkaran terhadap kalangan utk mencegah terulangannya giat judi tajen. Begitu juga dilakukan pembongkaran di Desa Pangkung Paruk tepatnya dilokasi hutan negara.” ujar Kapolsek Seririt Kompol Juli seijin Kapolres Buleleng Made Sinar Subawa.

Iapun berinisiatif penggerebegan judi tajen dilakukan disaat para bebotoh Tajen belum pada datang ke arena judi sabungan ayam. Artinya baru rencana akan digelar judi Tajen oleh oknum penyelenggara, aparat penegak hukum dengan sigap melakukan penggerebegan. Mengingat selain judi tajen melanggar undang-undang juga mengantisipasi berkumpulnya para penjudi tajen ditengah mewabahnya covid-19.

“Seluruh peralatan, sarana dan prasarana yang ada di arena judi tajen semuanya dibersihkan, agar tidak ada lagi judi sabungan ayam serta berkumpulnya para penjudi tajen di pandemi covid-19.” ucap tegas Kompol Juli

Lebih lanjut dikatakan momentum di hari raya, sering kali di gunakan oleh para bebotoh melakukan judi sabungan ayam. “Sebelum dilakukan penggerebegan, kami telah menyiagakan personil, guna mengantisipasi adanya judi Tajen,” jelas Kompol Juli. “Langkah kami tidak cukup sampai disini saja, kami juga nantinya melibatkan peran kepala desa di masing-masing desa setempat, untuk turut serta secara aktif
mengawasi judi tajen, agar tidak ada berkumpulnya orang banyak di pandemi covid-19.” pungkasnya. GS

Baca Juga :
Jalan Terjal Sepak Bola Perempuan Aceh yang Diharamkan Ulama

 

Editor : SUT

Leave a Comment

Your email address will not be published.