Evaluasi PBM Sistem Daring, Komisi IV DPRD Badung Segera Raker Dengan Disdikpora

Avatar
Ketua Komisi IV DPRD Badung Made Sumerta.

Balinetizen.com, Mangupura-

 

Komisi IV DPRD Badung yang mengawangi salah satunya sektor pendidikan akan segera melakukan rapat kerja (raker) dengan Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Badung. Sasarannya tentu saja untuk melakukan evaluasi karena sistem belajar mengajar lewat daring sudah memasuki bulan keempat.

Hal tersebut dikemukakan Ketua Komisi IV DPRD Badung Made Sumerta, Selasa (29/9/2020). “Kami segera melakukan raker untuk melakukan evaluasi,” tegas politisi PDI Perjuangan asal Pecatu Kuta Selatan tersebut.

Evaluasi yang dimaksud, ujarnya, salah satunya menyangkut teknis. Proses belajar mengajar (PBM) secara daring tentu saja membutuhkan fasilitas pendukung seperti kuota atau akses wifi, gawai atau komputer. “Secara teknis, kami ingin memastikan fasilitas ini bisa dipenuhi sehingga PBM secara daring bisa berjalan dengan semestinya,” katanya.

Selanjutnya, kata Bendesa Adat Pecatu tersebut, tentu saja menyangkut mutu atau output yang dihasilkan PBM secara daring. “Bagaimana mutu yang dihasilkan dari PBM secara daring ini,” ujarnya bernada tanya.

Dia menyadari, PBM dengan sistem daring ini dilakukan ketika ada wabah pandemi covid-19 seperti sekarang ini. Karena itu, standar mutu yang dihasilkan tentu saja tak bisa disamakan dengan PBM pada saat normal. “Walau begitu, kami berharap mutu pembelajaran daring tidak berbeda jauh dengan pembelajaran saat normal,” tegasnya.

Untuk ini, Sumerta berharap pemerntah lewat Disdikpora mengupayakan agar secara teknis PBM secara daring ini bisa dipenuhi. Misalnya soal akses wifi gratis, kemudian komputer atau gawai.

Selanjutnya untuk mutu, Sumerta memiliki beberapa catatan yang harus duperhatikan. Pertama soal kuantitas guru. Jumlah guru harus cukup dulu. “Kami tak perlu lagi mempertanyakan kualitas guru karena guru sudah memiliki kompetensi di bidang belajar mengajar. Prinsip kuantitas atau jumlah dulu,” katanya.

Baca Juga :
Masuk DPO Kasus Korupsi KPUD Kota Bogor, Tersangka MH Terciduk Dirumahnya

Kedua, Sumerta berharap PBM daring ini sesekali diselingi dengan pembelajaran tatap muka. Ini bisa dilakukan secara bergilir terutama untuk kelas I, II dan III di tingkat sekolah dasar (SD). Siswa tingkat dasar ini, ujarnya, perlu pendampingan guru secara langsung untuk memberikan pemahaman cara menulis dan sebagainya. “Soal teknis tatap muka secara langsung tentu perlu dirumuskan dulu,” katanya.

Ketiga, terkait dengan pengawasan. Sumerta berharap, pengawasan saat PBM sistem daring ini tetap dilakukan. “Jika ini bisa dilakukan, kami yakin mutu pendidikan di saat daring seperti sekarang tak jauh berbeda dengan PBM di saat normal,” tegasnya. (*)

 

Editor : SUT

Leave a Comment

Your email address will not be published.