Wayan Mara Meninggal Tenggelam Di Tukad Saba, Seririt

Avatar

 

Balinetizen.com, Buleleng

Warga masyarakat Seririt kembali dihebohkan korban meninggal dunia karena tenggelam. Sebelumnya pada Minggu 27 September 2020 yang menjadi korban meninggal dunia karena tenggelam adalah Putu Andika (11) di kolam renang Grand Surya Seririt, kini seorang kakek bernama Wayan Mara (81) beralamat Banjar Dinas Sema, Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, pada Rabu, 30 September 2020 sekitar Pukul 17.30 Wita ditemukan meninggal dunia lantaran tenggelam di sungai/tukad Saba, Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng.

Kronologis kejadian berawal pada Rabu, 30 September 2020 sekitar Pukul 06.00 Wita korban Wayan Mara yang sudah lansia dan mengalami sakit bingung, diketahui oleh saksi Kadek Sama yang merupakan anak kandung korban melihat kamar korban sudah dalam keadaan kosong. Selanjutnya saksi dan keluarga berusaha mencari di sekitar Desa Patemon dan sekitarnya serta juga menginformasikan melalui facebook.

Kemudian sore hari saksi mendapat informasi dari warga bahwa korban ditemukan warga tenggelam di sungai/tukad Saba. Mendengar info ini, saksi bergegas kelokasi penemuan mayat. Sampai di TKP, saksi melihat korban memang tenggelam di sungai. Dan dengan dibantu warga memindahkan korban ke tepi sungai. Saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia karena tenggelam dan tidak ditemukan ada tanda tanda kekerasan pada tubuh korban.

Keterangan dari anak korban / saksi bahwa korban selama ini memang dalam keadaan sakit bingung dan sering berjalan sendiri melintasi sungai tersebut menuju ke rumah anak perempuannya yang ada di seberang sungai, dan sebelumnya sudah 3 kali ditemukan bengong / kebingungan sendiri di sekitar sungai tersebut.

“Dari pihak keluarga telah ikhlas atas meninggalnya korban, dan meminta tidak dilakukan otopsi serta akan membuat pernyataan tertulis di kantor Desa.” jelas Kapolsek Seririt Kompol Gede Juli, SH seijin Kapolres Buleleng.

Baca Juga :
Pemkab Tabanan Launching dan FGD Rama Dewa Community Plan

Lebih lanjut dikatakan bahwa korban diduga meninggal karena tergelincir disungai. Dan karena sudah lanjut usia/tua, akhirnya terbawa air dan tenggelam.

“Keluarga korban tidak mempermasalahkan kematian korban dan menerima dengan ikhlas, dengan pertimbangan korban sudah usia lanjut dan bingung, sehingga mengalami musibah tersebut.” ucap Kapoksek Juli. “Hasil pengecekan dan pemeriksaan bersama tim medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.” pungkasnya. GS

Leave a Comment

Your email address will not be published.