Korban Dugaan Penyekapan di Denpasar Minta Perlindungan Hukum ke Komnas HAM

Kuasa Hukum Hendra, I Ketut Bakuh dalam jumpa pers, Minggu (11/10/2020).

Balinetizen.com, Denpasar-

 

Warga korban penyegelan rumah di Jalan Batas Dukuh Sari Gang Merak, Sesetan, Denpasar bernama Hendra akan berkirim surat permohonan perlindungan hukum ke Komnas HAM. Tujuannya agar perkara ini mendapat perhatian dan hukum dapat ditegakkan secara benar.

“Rencananya kami akan mengirim surat ke Komnas HAM Senin (12/10/2020), karena ini berkaitan dengan hak azasi manusia” kata Kuasa Hukum Hendra, I Ketut Bakuh dalam jumpa pers, Minggu (11/10/2020).

Melalui kuasa hukumnya, Hendra berharap siapapun orang yang merampas kemerdekaan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.

“Kami patut menduga ada tindak pidana secara bersama-sama yang harus digali dan dibuat terang, siapa pelaku utama dan yang menyuruh melakukan,” ujarnya.

Bakuh meyakini bahwa di negara ini, semuanya sama dan tidak ada yang kebal hukum. “Melakukan penyegelan tanpa penetapan pengadilan, merupakan tindakan nyata main hakim sendiri, menyebabkan orang lain tidak bisa keluar rumah ” kata Bakuh.

Hendra juga telah membuat aduan masyarakat (dumas) ke Direktorat Reskrim Umum Polda Bali dengan Nomor 401/X/2020 tanggal 3 Oktober 2020.

“Pengaduan ini masih dalam prosea penyelidikan, sehingga kami berharap agar kasus ini dapat dikawal Komnas HAM agar dapt ditindak sesuai prosedur hukum yang berlaku,” kata tim Kuasa Hukum Hendra yang lain, I Gede Bina.

Sementara pascakejadian ini, Hendra dan keluarga mengaku Masih trauma. Sampai saat ini kami sekeluarga mengalami trauma. Saat tidur mendengar suara motor berhenti di depan rumah langsung terbangun. Takut peristiwa lalu terjadi lagi,” kata Hendra.

 

Editor : SUT

Baca Juga :
Lama tak muncul, publik penasaran kabar ibu negara

Leave a Comment

Your email address will not be published.