Dilindas Mobil Sedan, Petugas Pengangkut Sampah Tewas 

Avatar

Ilustrasi

Balinetizen.com, Buleleng

Sungguh miris nasib yang dialami seorang petugas pengangkut sampah milik Dinas Kebersihan Dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Buleleng. Bagaimana tidak, pasalnya petugas pengangkut sampah yang bernasib malang itu bernama Gede Widiarta beralamat tempat tinggal di Kelurahan Banyuning, tepatnya di Lingkungan Banyuning Tengah, pada Minggu (25/10/2020) sekitar Pukul 03.47 Wita dini hari saat melintas di Jalan Raya Seririt-Singaraja tepatnya dijalan raya Desa Kaliasem didepan Toko Swalayan Popito, Lovina tewas ditempat karena jatuh dari atas truck dan dilindas mobil sedan yang saat itu juga melintas disaat korban terjatuh dari truck (peristiwa ini terekam melalui media CCTV).

Kronologis peristiwa, berawal pada Minggu (25/10/2020) sekitar Pukul 03.47 Wita dini hari mobil truck pengangkut sampah milik DKP Buleleng yang dikemudikan Ketut Sumerta asal Lingkungan Banyuning Barat, Kelurahan Banyuning, Kecamatan/Kabupaten Buleleng melaju dari timur ke arah Barat usai mengambil sampah dari hotel Bali Taman. Entah karena apa, disaat melintas ditempat kejadian perkara di jalan raya Desa Kaliasem didepan Toko Swalayan Popito, korban Gede Widiarta terjatuh dari atas mobil truck lanjut terlindas mobil sedan. (Berdasarkan vidio yang terekam dalam CCTV, korban jatuh dari atas truck ditambah dengan lindasan mobil roda empat jenis sedan yang mengakibatkan meninggal ditempat).
Kepala Dinas Kebersihan Dan Pertamanan Buleleng Gede Ariadi Pribadi mengatakan sesuai keterangan dari sopir truck disebutkan bahwa sebelum kejadian, korban duduk diatas truck antara kepala truck dan badan truck bagian samping usai mengambil sampah di Hotel Bali Taman.

,”Memang benar tadi pagi pada Pukul 06.00 Wita kami mendapat laporan tentang kejadian yang menimpa korban Gede Widiarta selaku petugas pengangkut sampah. Sebelum kejadian korban duduk diatas truck antara kepala truk dan badan mobil samping, usai mengambil sampah dari hotel Bali Taman yang kemudian akan mengambil sampah kebarat.” ujarnya Ariadi Pribadi.

Baca Juga :
Desa Sanur Kaja Dinilai Tim Verifikasi Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Nasional

Atas kejadian ini, ucap Ariadi Pribadi dari kedua belah pihak sudah ada kesepakatan damai disaksikan kedua Kepala Lingkungan (Kaling) yakni Kaling Banyuning Barat dan Tengah. “Kami dari dinas, juga memberikan biaya upacara kepada korban sebesar Rp 5 juta, dan sesuai rencana korban akan di upacarakan pada 28 Oktober 2020, “ tandas Ariadi Pribadi. GS.

Leave a Comment

Your email address will not be published.