Puluhan Simpatisan Jrx Geruduk PN Denpasar, Bawakan Karangan Bunga Sebagai Bentuk Matinya Kebebasan Berekspresi

Avatar
Puluhan Simpatisan Jrx Geruduk PN Denpasar , Senin 26 oktober 2020 sekitar pukul 10.30 wita.

Balinetizen.com, Denpasar-

Jelang sidang lanjutan besok selasa, 27 oktober 2020 dengan agenda pemeriksaan terdakwa JRX SID sejumlah simpatisan JRX SID mendatangi PN Denpasar pada Senin 26 oktober 2020 sekitar pukul 10.30 wita.

Jalan Sudirman Denpasar yang mulai padat lalu lintasnya tiba-tiba diriuhkan oleh yel-yel bebaskan JRX. Dengan pakaian serba hitam sekitar 20an orang berdiri berbaris tepat didepan PN Denpasar dengan masing-masing membawa konfigurasi huruf BEBASKAN JRX serta meletakkan karangan bunga yang bertuliskan “Turut Berduka Cita Atas Matinya Kebebasan Berekspresi Di PN Denpasar” dengan tagar #BebaskanJRXSID. Didepan karangan bunga, mereka melakukan tabur bunga sambil berorasi.

Menurut Ngurah Jesen ketika ditanyakan tujuan aksi yang mereka lakukan, aksi mereka kali ini sebagai ungkapan kecewa terhadap tindakan aparat yang selalu melarang dan membubarkan aksi solidaritas untuk JRX di depan PN Denpasar bahkan aksi simpatik berupa bagi-bagi pangan dan masker yang mereka lakukan pada 20 oktober 2020 lalu mendapat tindakan represif dari aparat keamanan.

“Apanya yang salah dengan aksi kami?” tanya Ngurah Jesen.

Lebih lanjut Ngurah Jesen menerangkan di PN Denpasar seakan tidak ada ruang atau atau kebebasan berekspresi. Setiap ingin melakukan aksi solidaritas selalu mendapat tindakan represif. “Aksi kami selalu damai, bukankah kebebasan berpendapat di muka umum dijamin konstitusi” ujar ngurah.

Di masa pandemi inipun dalam melakukan aksi kami tetap menerapkan protokoler kesehatan dengan menyediakan hand sanitizer, menjaga jarak dan memakai masker”, lanjutnya.

Disamping itu Ngurah Jesen mempertannyakan sikap PN terkait represif dan ketatnya penjagaan di PN Denpasar padahal jika dilihat hari-hari biasanya keadaan PN Denpasar tidak ada pengawalan yang teramat ketat.¬† “Apakah karena kami menyuarakan bebaskan JRX sehingga aksi kami selalu dibubarkan?” tanyanya.

Baca Juga :
Cegah Penyebaran COVID-19, Kelurahan Pemecutan Gelar Monev Protokol Kesehatan di Pasar Rakyat

Padahal dari fakta persidangan yang yang dikabarkan oleh berbagai media, pihak pelapor yang dalam hal ini IDI (Ikatan Dokter Indonesia) mengatakan JRX adalah orang yang baik dan pihak IDI tidak ingin memenjarakannya,

“Lalu kenapa harus dipaksakan tetap memenjarakannya?”, tanyanya lagi.

Aksi yang berlangsung singkat tersebut cukup menjadi perhatian masyarakat yang lewat serta awak media yang sedang berada di PN Denpasar.

 

Pewarta : Made Bali

Leave a Comment

Your email address will not be published.