Lakukan Pemetaan, Paslon AMERTA Janji Serap Aspirasi Pelaku UMKM

Pasangan Calon (Paslon) AMERTA Nomor Urut 2 mengunjungi Pasar Abiantimbul, Desa Pemecutan Kelod, Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat, Rabu (4/11/2020).

 

Balinetizen.com, Denpasar-

Selama mengunjungi pasar-pasar, banyak masukan dan aspirasi dari pedagang yang bisa diserap oleh Pasangan Calon (Paslon) AMERTA Nomor Urut 2 Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kertha Negara. Pasar yang kali ini dikunjungi adalah Pasar Abiantimbul, Desa Pemecutan Kelod, Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat, Rabu (4/11/2020).

Calon Walikota Denpasar Nomor Urut 2 Ngurah Amerta selama turun ke pasar-pasar bertujuann untuk mengajak masyarakat Kota Denpasar untuk saatnya bangkit melakukan perubahan.

“Apalagi tujuan utama dari Paslon AMERTA yang sudah tertuang dalam program visi-misi yakni bisa menuju Denpasar Berseri (Bersih, Sehat, Sejahtera dan Indah), Smart City, Berbudaya dan Berdaya Saing,” terangnya.

Sembari mengatakan selama mengunjungi pasar-pasar ada hal yang musti harus terus dikembangkan dan diberdayakan yakni Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Memang kondisi ditengah Pandemi Covid-19 yang hampir banyak menjadi keluhan pedagang adalah menurunnya daya beli masyarakat.

“Jika Paslon AMERTA dipercaya dan dipilih masyarakat untuk menjadi Walikota Denpasar tentu akan terus berbenah dan berbuat. Ingat ini sudah menjadi komitmen dan janji. Jika dalam kurun waktu 2 tahun tidak terealisasi. Siap mundur jadi Walikota,” ucapnya.

Ngurah Ambara juga menyampaikan kedepanya agar para pedagang juga merasakan sentuhan daripada program visi-misi Paslon AMERTA.

“Saya nanti akan khususkan untuk para pedagang agar omzet penjualan terus naik lewat sistem digitalisasi. Apalagi sekarang sudah masuk era modern tentu sistem digitalisasi akan lebih diprioritaskan untuk kemajuan Kota Denpasar kedepannya,” imbuhnya.

Sementara, Calon Wakil Walikota Denpasar Made Bagus Kertha Negara selama berkomunikasi dengan pedagang, ironisnya masukan yang sering diterima malah lebih banyak soal beratnya biaya retribusi yang harus dikeluarkan pedagang dari biaya kontrak, biaya harian dan bulanan.

Baca Juga :
Mendekati Idul Adha, harga sapi kurban naik hingga Rp3 juta

“Kalau dipilih dan dipercaya jadi Walikota Denpasar tentu kondisi seperti ini yang terus akan diperjuangkan. Jangan sampai pedagang yang sudah Suli kehidupan ekonominya tambah dibuat susah lagi,” ujarnya.

Sembari menambahkan, agar di Pandemi Covid-19 ini supaya masyarakat selalu menjaga kesehatan dengan baik dalam menjalankan berbagai aktivitas yang salah satunya adalah berjualan ini.

Caranya masyarakat cukup mematuhi 3 M yakni selalu mencuci tangan, selalu memakai masker dan selalu jaga jarak.

“Semoga doa restu dan dukungan masyarakat untuk menjadikan Paslon AMERTA jadi Walikota dan Wakil Walikota Denpasar bisa tercapai. Ayo mari bersama-sama buat perubahan untuk menjadikan Kota Denpasar maju dan Berseri,” pungkasnya. (hd)

Leave a Comment

Your email address will not be published.