Diduga Putus Cinta, Bidan Selebgram Loncat dari Lantai 4 Balkon

Balinetizen.com, Kuta

Kasus bunuh diri yang menghebohkan warga Jimbaran ternyata dilakukan oleh seorang bidan cantik yang juga Selebgram bernama Ketut Ayu Wulantari (23). Dia melompat dari lantai 4 balkon Rose Inn House, Jl. Poh Gading II no. 1 Jimbaran, Kec. Kuta Selatan Kab. Badung, Sabtu (28/11/2020) sekitar pukul 10.00 Wita. Tempat kost tersebut milik Tommy Wang Yong Fu (WNA China) dan dikelola oleh Komang Arta Yasa. Diduga tindakan nekat itu diambil karena dipicu oleh persoalan asmara, sebab terakhir korban bersama pacarnya.

Saksi Ketut Devina Mayunita yang tinggal bersama korban di Perum. Nuansa Kori, Jl. Nuansa Utama XXVII/19 Jimbaran menerangkan korban telah 2 mingguan meninggalkan rumah dikarenakan ribut dengan ibunya, dan katanya akan pergi ke Singaraja menemui ayahnya. Tetapi korban ternyata tinggal bersama pacarnya di Kost Rose Inn Jimbaran kamar 308. “Saya mendapat kabar dari sepupu saya bahwa korban meninggal dunia karena melompat dari balkon lantai 4 kost Rose Inn. Sesampainya di lokasi saya melihat korban sudah tergeletak di jalanan dengan posisi meninggal dunia,” tuturnya kepada polisi.

Saksi lainnya I Gede Sumarta yang tinggal di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) Jl. Poh Gading III/8 Jimbaran menjelaskan ketika sedang istirahat setelah membersihkan rumput yang ada di gang rumahnya (depan Penginapan Rose Inn) saksi melihat korban yang pada saat itu ada di lantai 4 sedang duduk. “Saya tidak curiga kalau korban akan melompat dari lantai atas tersebut. Sebelum kejadian saya sempat foto keberadaan korban yang duduk sendirian dilantai 4 tersebut. Berselang 30 menit saya dikagetkan suara penghuni kost karena korban yang tadi duduk di balkon lantai 4 berada di bawah dalam posisi mengenaskan,” terangnya.

Baca Juga :
Presiden: UU Cipta Kerja untuk Reformasi Struktural dan Percepat Transformasi Ekonomi

Korban Ketut Ayu Wulantari yang identitasnya beralamat di Jl. Sumatra Widyasari no. 17 Kampung Baru, Singaraja ini disebutkan sebelum melompat dari lantai 4, korban sempat duduk di ujung balkon sambil membawa pisau. Namun sebelum melompat sempat menghubungi sepupunya yang bernama Putri untuk datang ke TKP. Setelah Putri tiba di TKP, dikagetkan dengan melihat korban yang lagi duduk di pinggir balkon. “Saya sarankan korban untuk bangun dan pergi dari sana. Tapi korban malah melompat dari lantai 4 yang menyebabkan korban meninggal dunia. Saya kemudian menghubungi ibu korban memberitahukan kejadian tersebut,” tandas Putri.

Tubuh korban di TKP nampak tengkurap menghadap timur, kepala menghadap utara dan kedua kaki menekuk. Akibat kejadian tersebut kening kepala sebelah kanan luka lubang kaki patah, kedua telapak kaki luka berlubang dan korban korban meninggal dunia.

Jenazah korban dievakuasi sekitar pkl. 10.10 Wita dengan ambulance RS. Garba Med, Kerobokan, langsung mengangkat korban menuju RS. Bali Jimbaran sekitar pkl. 10.10 Wita.

Kapolsek Kuta Selatan, AKP Yusak Agustinus Sooai, kepada wartawan menduga korban memiliki masalah asmara dengan pacarnya. “Korban putus cinta. Korban check in pertamakali di penginapan Rose Inn Jimbaran pada tanggal 5 November 2020 sekitar pukul 12.00 Wita bersama pacarnya bernama Febrian. Namun pacarnya itu check out pada hari Jumat (20/11) sekitar pukul 16.30 Wita. Selanjutnya korban ditinggal sendirian,” ungkap Yusak.

Kemudian pada, Sabtu (28/11) pagi, korban sempat bercerita dengan salah seorang tamu yang menginap di sana.
Tamu tersebut bernama Lalu Tri Adiputra. Kepada saksi, korban bertanya apa yang terjadi jika seseorang jatuh dari lantai empat, apakah bisa menimbulkan kematian atau tidak.

Baca Juga :
Prabowo Disambut Tepuk Tangan Meriah Peserta Kongres PDIP

“Saksi menjawab, jika belum ajal, bisa jadi tidak mati dan hanya cacat. Saksi sempat mengingatkan korban untuk tidak lompat. Lalu korban menjawab tidak,” kata AKP Yusak.

Dia menambahkan saksi Adiputra kemudian turun ke bawah, dan betapa kagetnya karena dari bawah dia melihat korban sudah di pinggir lantai empat bersiap meloncat. Saksi sempat berteriak menyuruhnya mundur dari posisi yang berbahaya tersebut namun diabaikan.

Tak disangka, korban tiba-tiba saja terjun ke bawah dari lantai empat. “Korban sekarat, ada luka pada bagian kaki dan kepala depan, selanjutnya di bantu ambulans di bawa ke rumah sakit Bali Jimbaran. Setelah sampai di rumah sakit oleh dokter dinyatakan korban meninggal dunia,” pungkas Kapolsek Yusak.

(BBNetWork/RED)

Leave a Comment

Your email address will not be published.