Merasa Nama Baik Tercemar Di Medsos, Kelian Desa Adat Kubutambahan Laporkan Ketua Kompada Kubutambahan, Kini Kasusnya Berproses Di Mapolres Buleleng

Kelian Desa Adat Kubutambahan Drs. I Ketut Warkadea,M.Si.

Balinetizen.com, Buleleng-

 

Rencana dibangunnya bandara bertaraf internasional di Kabupaten Buleleng yang menurut rencana di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, hingga kini masih belum jelas kepastiannya. Mengingat diinformasikan, masih ada kendala tentang lahan yang diperuntukan untuk dibangunnya bandara tersebut.

Terlepas dari persoalan masalah lahan bandara, terdapat permasalahan yang menarik di internal Desa Kubutambahan, antara Kelian Desa Adat Kubutambahan dengan Ketua Kompada Kubutambahan. Perseteruannya itu berujung dan kini berproses di Mapolres Buleleng.

Seperti yang dilakukan Kelian Desa Adat Kubutambahan Drs. I Ketut Warkadea,M.Si. Ia gerah karena merasa dicemarkan nama baiknya melalui media sosial facebook yang diduga dilakukan oleh Ketua Kompada Kubutambahan KNM.

“Saya melapor ke Polres Buleleng pada 27 Nopember 2020 lalu, kaitannya dengan pencemaran nama baik melalui facebook dari Ketua Kompada Kubutambahan namanya bapak KNM,” ujar Warkadea.”Dia sudah menuduh saya mensertipikatkan tanah duen pura atas nama pribadi yakni nama saya. Faktanya, saya sudah punya barang bukti semacam sertipikat asli, dimana sertipikat itu adalah semua atas nama duen pura” ucapnya menegaskan kepada metrobali.com, Minggu, (6/12/2020) di Mapolres Buleleng.

Menurutnya, apa yang dituduhkan itu adalah mencemarkan nama baik melalui fitnah dan dirinya sudah melaporkan ke Polres Buleleng.

“Terhadap laporan saya itu, yang bersangkutan sudah dipanggil oleh pihak penyidik Reskrim Polres Buleleng.” ungkap Warkadea.

Iapun kembali menegaskan bagaimanapun juga, pencemaran nama baik ini sudah betul-betul menusuk dan menyebarkan melalui facebook.

“Seolah-olah saya sudah membuat penyertipikatan tanah duen pura itu menjadi tanah pribadi. Bayangkan anak, istri dan keluarga lainnya setelah membaca itu. Mereka merasa kecewa berat karena apa yang telah dituduhkan sama sekali tidak benar. Harapan saya, biar dihukum secara setimpal sesuai dengan Pasal 27 Undang-Undang ITE yang ada.” pungkas Warkadea. GS

Baca Juga :
Sekda Adi Arnawa Jadi Narasumber Dalam Program Healthline Coffee Morning di 100.6 FM

 

Editor : Mahatma Tantra

Leave a Comment

Your email address will not be published.