Pesisir Pantai Desa Kubutambahan dan Desa Pemuteran Dilanda Angin Puting Beliung, Atap Rumah Rusak, Serta Pohon Tumbang di Jalan Raya Temukus

Beberapa rumah yang rusak akibat disapu angin kencang.

Balinetizen.com, Buleleng-

 

Cuaca ekstrem yang kerap memunculkan hujan lebat disertai angin kencang, malahan angin puting beliung kini melanda wilayah Kabupaten Buleleng. Seperti yang terjadi sejak Selasa (8/12/2020) hingga Rabu (9/12/2020) siang, dimana hujan lebat yang disertai angin kencang dan puting beliung membuat beberapa rumah warga mengalami kerusakan dan juga pohon tumbang. Hanya saja patut disyukuri dari peristiwa ini, tidak ada korban jiwa.

Beberapa rumah yang rusak akibat disapu angin kencang sebagain besar berada di pinggir pantai di dua wilayah yakni 6 rumah yang ada di Desa/Kecamatan Kubutambahan dan 1 rumah yang ada di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak.

Kepala Desa Kubutambahan Gede Pariadnyana,SH menyebutkan ke 6 rumah warganya yang rusak, diantaranya rumahnya Kadek Budiasa, di Banjar Dinas Kubuanyar dengan nilai kerusakan sekitar Rp 5 juta, rumah milik Nyoman Sapa, di Banjar Dinas Kubuanyar dengan nilai kerusakan sekitar Rp 3 juta, dan rumah milik Ketut Supata, di Banjar Dinas Kubuanyar dengan nilai kerusakan sekitar Rp 6 juta.

Selanjutnya rumah milik Gede Arsana, di Banjar Dinas Kubuanyar dengan nilai kerusakan sekitar Rp 4 juta, rumah milik Ketut Merta, di Banjar Dinas Kubuanyar dengan nilai kerusakan sekitar Rp 5 juta, dan rumah milik Made Suparta, di Banjar Dinas Kaje Kangin dengan nilai kerusakan sekitar Rp 2 juta.

“Rumah-rumah sebagai korban angin puting beliung ini berada di pesisir pantai. Rata-rata kerusakannya pada atap rumahnya. Merekapun memperbaikinya dengan swadaya karena sifatnya urgen. Peristiwa hujan lebat disertai angin puting beliung terjadi, sekitar Pukul 10.00 Wita.” tukasnya.

Sementara itu Kepala Desa Pemuteran Arnawa mengataka rumah yang mengalami kerusakan milik dari Kadek Darma di Banjar Dinas Palasari, berada di pesisir pantai pemuteran. Atap rumahnya diterjang angin puting beliung pada Selasa (8/12/2020) sekitar Pukul 14.00 Wita.

Baca Juga :
Masyarakat Bengkulu diimbau tidak mandi di pantai

“Rumah ini terletak di dekat pesisir pantai. Yang rusak bagian atap karena diterbangkan angin. Tidak ada korban jiwa seluruh penghuni rumah selamat. Kerugian materil sekitar Rp 20 juta,” jelas Perbekel Arnawa.

Akibat hujan lebat dan angin kencang ini, bukan hanya atap rumah yang rusak, namun pohon tumbang di jalan raya Singaraja-Seririt tepatnya di wilayah Dusun Pegayaman, Desa Temukus, Kecamatan Banjar. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (9/12/2020) sekitar Pukul 11.00 Wita. Pohon yang tumbang itu adalah jenis Asam Jawa.

Tumbangnya pohon dengan tinggi 10 meter dan diameter kayu 70 cm itu menghalangi jalan raya dan menimpa salah satu Cafe. Akibatnya, terjadi kerusakan pagar Cafe dan membuat arus lalulintas disepanjang jalan itu macet total selama 1 jam. Beruntung pohon tumbang tidak menimpa pengguna jalan dan tidak memakan korban jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Ida Bagus Suadnyana,SH mengatakan untuk proses evakuasi pohon tumbang, diterjunkan 10 personel yang dibantu 7 personel Polsek Banjar. Mereka ini menyingkirkan pohon tumbang yang menutup sebagian besar badan jalan.

“Kami himbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, trutama yang ertempat tinggal dikawasan rentan banjir.” ujarnya.”Para korban telah diberikan bantuan alat kebutuhan darurat.” tandasnya. GS

 

Editor : Mahatma Tantra

Leave a Comment

Your email address will not be published.