Sudibya : Tiga Langkah Perlu Dilakukan Dalam Pemulihan Ekonomi dan Industri Pariwisata 

Avatar
Pengamat ekonomi Gde Sudibya.

Balinetizen.com, Denpasar-

 

Update data harian Covid-19 Bali, 5 hari terakhir: 12/1: 350 ( tertinggi sejak 3 Maret 2020). 13/1: 268 kasus. 14/1: 297 kasus. 15/1: 311 kasus. 16/1: 319. Berdasarkan data di atas, puncak pandemi harian di Bali ada pada titik 350 kasus.

Menurut pengamat ekonomi Gde Sudibya, agaknya Bali memasuki masa puncak pandemi, dengan asumsi tidak terjadi pandemi gelombang kedua  yang berasal dari strain/varian virus baru, seperti yang telah dialami Inggris di hari-hari ini.
Tantangannya, memperpendek rentang waktu di masa puncak, kemudian curve terus melandai.

“Pemerintah mesti punya target menekan jumlah orang terpapar dan jumlah korban, mempercepat upaya pemulihan ekonomi. Tantangannya, bahwa masyarakat harus patuh dengan prokes 3 M, dan pengambil kebijakan meningkatkan cakupan dan efektivitas dari kebijakan 3 T,” kata Sudibya Minggu (16/1).

Menurut dia, semestinya para pengambil kebijakan menetapkan target sebagai berikut. Curve pandemi melandai selambat-lambatnya akhir triwulan ke dua, melalui bauran kebijakan 3 M dan 3 T, dalam 3 T cakupan testing dan tracingnya diperbanyak dan diperluas sesuai kaidah epidemiologi.

Menyiapkan pemulihan ekonomi di triwulan ke tiga dan keempat, dengan pola V: pasca kemerosotan ekonomi, diikuti oleh gelombang pemulihan yang cepat dan tajam. Para pelaku usaha disiapkan dengan baik untuk menyongsong pola pemulihan cepat yang dimaksud.

Tantangan industri pariwisata untuk menyongsong pola pemulihan ekonomi cepat, dengan pola huruf V. Pertama, menyiapkan image dan kemudian reality, bahwa Bali aman untuk dikunjungi.

Kedua, protokol kesehatan tetap dijalankan sesuai dengan perkembangan keadaan ( tingkat risiko pandemi ), mulai dari pelayanan kedatangan di Bandara, selama di hotel dan pada keseluruhan proses jasa pariwisata.

Ketiga, siapkan momen pelayanan yang menggambarkan dan dirasakan para tamu sebagai ” moment of truth ”  yang memberikan pengalaman mengesankan  – memorable experience –  bagi para tamu yang sebagian besar  jenuh dan stres sebagai akibat terlalu lama tinggal di rumah. Kalangan industri pariwisata punya pengalaman kaya untuk menciptakan moment of  truth ini.

Baca Juga :
Maling Pistol Kapolsek Negara Dihukum 2 Tahun

 

Editor : Mahatma Tantra

Leave a Comment

Your email address will not be published.