Koster Gubernur Bali Jangan Hanya Merengek ke Pusat, Tunjukkan Kapasitas Sebagai Pemimpin Bali, AMD Beri Solusi untuk BEB

Avatar

Foto: AMD Agung Manik Danendra (baju putih) diapit H. Sukiryanto(baju batik) Wakil Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) yang juga Ketua Komite IV DPD RI bersama Senator Bali Haji Bambang Santoso (HBS) di Puri Tegal Denpasar Pemecutan, Rabu Malam (7/4/2021).

Balinetizen.com, Denpasar

Menanggapi berita Metro Bali, Jumat 9 April 2021 tentang Gubernur Koster Minta Pusat Keluarkan Kebijakan Spesifik Upaya Pemulihan Ekonomi Bali http://metrobali.com/gubernur-koster-minta-pusat-keluarkan-kebijakan-spesifik-upaya-pemulihan-ekonomi-bali/, AMD selaku pemerhati kebijakan kerakyatan menanggapi hal tersebut dengan kecewa.

“Semestinya Bapak Gubernur Bali  menyampaikan pemetaan ekonomi terlebih dahulu dan memisahkan antara kebijakan pemulihan ekonomi nasional dengan daerah, barulah kemudian dibaurkan dengan kebijakan ekonomi sebagai suatu paket. Jangan menimbulkan kesan merengek. Lebih baik menampilkan program pemulihan yang tepat karena sebagai pemimpin daerah, beliau lebih paham kondisi daerah dibandingkan siapapun,” ujar AMD Agung Manik Danendra yang bernama lengkap Dr. Anak Agung Ngurah Manik Danendra, SH,MH,MKn yang saat dihubungi Sabtu malam (10/4/2021) sedang berada di salah satu Resto di areal Airport Ngurah Rai bersama keluarga dan koleganya.

AMD mengingatkan bahwa ekonomi Bali itu bukan hanya soal pariwisata. Memang kontribusi besar sebelumnya adalah Pariwisata tetapi setahun terakhir selama pandemi Covid-19, ekosistem ekonomi berubah.

“Mengapa Bapak Gubernur tidak tahu itu? Dan mengapa tidak memetakan ekosistem ekonomi yang ada sekarang ini dan fokus menumbuh kembangkan apa yang membuat Bali bisa menggeliat seperti saat ini di masa pandemi ini?,” lanjut AMD terheran heran melihat kapasitas koster sebagai pemimpin Bali.

“Saya membaca juga beberapa kebijakan strategis yang belum tereksekusi dengan baik dan cenderung ambyar. Malah saya melihat beberapa paparan organisasi KADIN lewat medsos yang justru lebih potensial dan urgent untuk ditangani seperti concern ke UMKM dan mengembangkan industri sebagai bentuk penyeimbang ekosistem, juga digitalisasi. Dan anak-anak milenial yang bergerak begitu cepat dengan kemandirian teknologinya, saya lebih melihat ini sebagai potensi yang mestinya bisa ditangani dengan lebih baik,’ sambung AMD menyampaikan pandangannya.

Baca Juga :
KPK Panggil Mantan Pilot Wanita Tience Sumartini Terkait Kasus TPPU
AMD bersama tokoh spiritual Nusantara Pinandita Ida I Gusti Ngurah Mendra (pakaian serba putih) dan Sukiryanto (baju batik), HBS (baju coklat) saat jamuan dinner di Taman Amoghapasa Puri Tegal Denpasar Pemecutan.

Lebih lanjut AMD menyampaikan bahwa memang sektor pariwisata adalah yang paling terdampak. Akan tetapi dasar pemikiran yang disampaikan untuk program besar dan kebijakannya berdasar pada data lama. Sebagai gambaran logis saja, jelas AMD. proses ekonomi global berbasis Pariwisata memerlukan ekosistem yang kompleks dan basis investasinya besar, perlu Ttust terutama seperti Bali sebagai destinasi.

“Bapak Koster kan didampingi paket Wakil Gubernur Cok Ace yang paham pariwisata dan sepertinya ini tidak bergerak atau sengaja tidak digerakkan beliaunya? Hal ini juga menjadi pertanyaan publik. AMD kembali menjelaskan bahwa dalam ekosistem ekonomi Bali, pariwisata adalah hal yang menunjang aspek ekosistem ekonomi yang secara proporsi nampak lebih besar. “Sementara untuk hidup sehari hari pergerakan ekonomi dihidupkan oleh ekosistem UMKM dan proses niaga masyarakat,” lanjut AMD

“Ekosistem Ekonomi lokal harus hidup terlebih dahulu agar Budaya bertumbuh, Keamanan terjamin, esensi sosial dan interaksi dapat berkembang, barulah ke opsi tersier seperti pariwisata,” sambung AMD.

Saat ditanyakan mengenai bagaimana solusi yang tepat untuk Bali, AMD beri Solusi untuk BEB Bangkitkan Ekonomi Bali. Dengan sedikit diplomasi menyampaikan, “Saya bukan pembuat kebijakan, tapi saya punya pemikiran soal solusi, bahwa Bali harus dilihat sebagai suatu ekosistem yang utuh, sebagai suatu scope ekosistem kepulauan yang kompleks dan tidak bisa dilihat sebagai ekosistem parsial di masa sekarang ini. Pusat memiliki strategi berbasis ekosistem ekonomi yang kompleks sebagai Indonesia, begitulah semestinya Bali harus mendasarkan pemikiran dalam melihat ekosistem ekonominya,” lanjut AMD.

“Kita perlu melihat data real pergerakan uang di Bali agar jelas darimana dan bagaimana sistem ekonomi Bali ini terbentuk, berapa persen ekspor, berapa persen UMKM termasuk pedagang pasar tradisional sehingga kebijakannya menjadi jelas. Jangan karena berpikir bahwa pariwisata adalah sumber utama akhirnya menjadi blunder dan beban karena ternyata pulihnya paling akhir dan bebannya paling banyak. Sementara pertumbuhannya lambat dan kapasitas daya tampung terbatas,” beber AMD menyampaikan pemikirannya.

Baca Juga :
Persebon Juara Bondalem Cup II

“Jadi solusinya sederhana. Gunakan solusi kerakyatan, bangun UMKM, bangun digitalisasi proses menuju ke ranah global untuk memperkuat ekspor, dan bangun industri penunjang pertanian, tanaman pangan dan industri masa depan. Ibarat main catur, jangan sampai skak ster karena benteng dan peluncur terlalu maju,” demikian AMD menyampaikan pandangan tentang solusinya.

AMD Cucunda I Gusti Ngurah Oka Pugur Pemecutan tokoh legendaris dua jaman yang menggeluti bisnis Pariwisata dan Property ini menegaskan “Bali bukan hanya soal pariwisata! Ini yang harus dipertimbangkan oleh pemimpin Bali”, ujar AMD menutup pembicaraan sembari melanjutkan makan malam bersama keluarganya, setelah beberapa hari sebelumnya mengadakan pertemuan dengan Wakil Ketua Umum Real Esteat Indonesia (REI) di Denpasar.

Sebagai catatan, AMD menyampaikan bahwa AMD mengapresiasi apa yang dilakukan oleh OJK dan Kementerian Keuangan dan format serta cara kerjanya patut ditiru. “Bali memerlukan pemimpin yang memiliki visi misi ke depan dan mengeksekusi tepat sasaran,” tutup AMD, tokoh Humanis merakyat yang disegani Milenial Nusantara. (wid)

Leave a Comment

Your email address will not be published.