Kolaborasi Nonton Bareng Fairfield by Marriott Bali Kuta dan Pulau Plastik dalam Pemutaran Film Pulau Plastik

Avatar

Kolaborasi Nonton Bareng Fairfield by Marriott Bali Kuta dan Pulau Plastik dalam Pemutaran Film Pulau Plastik:  Perjalanan dan Catatan Untuk Masa Depan
Sebuah langkah kecil untuk menjadi inspirasi dalam melanjutkan aksi bersama mengurangi sampah plastik sekali pakai #BergerakuntukMasaDepan

Balinetizen.com, KUTA, BALI –

Berkolaborasi dengan Pulau Plastik, yang merupakan suatu gerakan sosial yang memiliki misi mengurangi sampah plastik yang ada di Bali, Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road, mengajak internal associates nya (read: staffs) serta rekanan, baik dari agen yang selama ini mendukung penjualan kamar, para pembuat konten (influencers / content creators), rekanan media, serta vendors maupun suppliers untuk menonton bersama film Pulau Plastik di Trans Studio Mall XXI Bali pada 24 April 2021 pukul 14.20 WITA. Studio yang dipenuhi sekitar 56 orang ini tetap menjalankan Prosedur Kesehatan dan berhasil menjadi saksi mata betapa ke-56 orang penonton ini terbukakan matanya akan fakta tentang penggunaan plastik dan dampaknya terhadap bumi tercinta ini. Film Pulau Plastik merupakan kampanye kolaboratif untuk mengangkat isu penggunaan plastik sekali pakai di Bali dan di luar Bali dan mendalami tentang sampah plastik di Indonesia, bagaimana itu memasuki rantai makanan kita dan berpengaruh pada kesehatan kita, hingga bagaimana mengatasi permasalahan sampah plastik sekali pakai ini.

Film Pulau Plastik menyajikan fakta-fakta mencengangkan betapa sampah plastik adalah hal yang tidak dapat diabaikan karena sangat dekat dengan keseharian manusia, bahkan di dalam tubuh kita pun bisa saja terkandung micro plastic, partikel plastik yang sudah berukuran sangat kecil dan sulit terurai. “Setelah menonton film ini, pastinya menjadi terinspirasi untuk mengurangi sampah plastik dan film ini meng-influence penontonnya banget sih sebenernya”, ujar Kepin Helmy, seorang content creator yang diundang karena memiliki kedekatan emosional karena pernah merasakan pengalaman menginap di Fairfield by Marriott Bali Kuta. Sama halnya bagi Ramelia Vitra, yang berprofesi sama dengan Kepin serta memiliki kedekatan emosional karena pernah merasakan pengalaman menginap di Fairfield Bali Kuta, “Film Pulau Plastik harus ditonton semua rakyat Indonesia maupun seluruh dunia,” sahutnya. Christy Guna Desa, General Manager Fairfield by Marriott Bali Kuta juga menyimpulkan pendapat dari sebagian besar penonton film ini, “It’s a wonderful movie. We need to stop the single use plastic. We cannot be part of problem, but part of solution. Let’s come together, everyone, government, corporation (private and public). We need to start now!”

Baca Juga :
Update Penanggulangan Covid-19 Selasa, 25 Agustus 2020

Film Pulau Plastik membukakan mata dan hati penonton bahwa setelah mengetahui fakta-fakta tentang plastik yang ada di sekitar kita, para penonton dapat memiliki kesepahaman yang sama terkait latar belakang mengapa kita sebagai konsumen dan manusia yang hidup di bumi ini, harus lebih sadar dan mulai meminimalisir penggunaan sampah plastik sekali pakai dalam keseharian kita. Fairfield by Marriott Bali Kuta sebagai rekan kolaborator Pulau Plastik, sudah memulai langkah awalnya dengan memilih untuk menjadi hotel ramah lingkungan dengan menerapkan larangan untuk tidak menggunakan botol plastik di dalam kamar maupun area publik lainnya. Menjadi bagian kecil dari solusi terhadap masalah sampah plastik yang ada.

“Yang bisa kita kontrol adalah diri kita sendiri dan bagaimana mengaplikasikan pengurangan plastik dalam kehidupan sehari-hari kita,” Andre Dananjaya, Co-Producer Pulau Plastik dan saat ini bekerja sebagai Creative Media Producer di Kopernik, Ubud.

Sesuai dengan solusi yang ditawarkan dari menonton tayangan Pulau Plastik, Fairfield by Marriott Bali Kuta yang telah berdiri semenjak Desember 2019 ini, semakin mantap dengan spirit yang dihadirkan dalam hotel nya sebagai hotel ramah lingkungan, yang dengan sadar berusaha mengurangi penggunaan plastik, seperti menggunakan air galon dan botol minum untuk dapat dibawa kemana-mana selama di area hotel dan tentunya dapat diisi ulang, menggunakan  sedotan berbahan bambu, dan amenities dalam kamar yang juga tidak mengandung plastik, seperti sikat gigi berbahan kayu, yang setelah digunakan oleh tamu, di-upcycle menjadi pigura foto oleh tim housekeeping. Di back of the house, dilakukan juga waste management dengan menggunakan karung goni yang dapat dicuci ulang dan digunakan lagi untuk menampung sampah-sampah sesuai dengan peng-kategorian organik maupun non-organik, dan seterusnya.

Baca Juga :
Awal Tahun Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Perbaikan Perekonomian Nasional

Fairfield by Marriott Bali Kuta berharap menjadi bagian kecil dari solusi dari masalah sampah plastik di Pulau Dewata, Bali. Dan telah berkolaborasi dengan beberapa key partners untuk terlibat aktif menjadi bagian dari solusi terhadap permasalahan sampah plastik di Bali, seperti Refill My Bottle dan Book Greeners.

Leave a Comment

Your email address will not be published.