Koster Ditegur Pusat, Bukti Gagal Tangani Pandemi di Bali, AMD Sebut Gubernur Bali Gabeng

Avatar

Foto: AMD pakai topi bersama Senator Bali HBS Haji Bambang Santosa (HBS) masker biru dengan protokol kesehatan yang ketat, TURBA Turun ke Bawah masyarakat di daerah Benoa. AMD dengan program pembentukan kelompok Nelayan untuk menggerakkan Roda Perekonomian Daerah, pada suatu kesempatan beberapa hari terakhir.

Balinetizen.com, Denpasar

Gubernur Bali Wayan Koster mendapat teguran dari pemerintah pusat. Hal itu dikarenakan banyak beredar video kegiatan upacara adat di Bali ditengah pandemi Covid-19.

Terlebih lagi adanya mutasi virus dengan varian baru dari Afrika Selatan dengan kode B.1.351 dan varian baru dari Inggris dengan kode B.1.17 belakangan ini, dikhawatirkan akan membawa dampak buruk terhadap meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali.

Pelaksanaan kegiatan upacara dari beredarnya video-video di media sosial (Medsos) hingga ditonton oleh pejabat pemerintah pusat, terkesan pelaksanaan upacara keagamaan di Bali tanpa ada pembatasan dan terkesan dalam situasi normal.

Menanggapi berita tersebut, AMD Agung Manik Danendra dalam kapasitas sebagai pemerhati kebijakan pemerintah saat dihubungi Kamis (6/5/2021) menyatakan sangat menghargai perhatian pemerintah pusat dan khalayak yang sangat peduli terhadap potensi kegagalan Pemerintah Daerah Bali dalam menangani masalah ini.

“Jangan sampai kegagalan ini berlarut larut karena pak KBS Gabeng, pemimpin harus memiliki ketegasan dan keluar dari zona Abu-Abu, harus mampu membedakan kebijakan pada setiap kejadian,” ujarnya menegaskan.

“Gubernur Bali semestinya menyadari bahwa kondisi saat ini sangat kritis, jangan berfikir bahwa semua ini baik baik saja dan terkesan gabeng dan lengah,” lanjutnya.

“Sebagai pribadi, saya percaya terhadap tindakan Gubernur untuk melakukan deportasi pada Pelanggaran yang dilakukan oleh WNA, tapi jangan terkesan responsive setelah kejadian sebagai respon atas pemberitaan media dengan tujuan popularitas, bahwa kondisi yang diperlukan saat ini adalah terlebih dulu tindakan Preventive,  barulah reactive, seluruh dunia juga bila diperhatikan adalah Tindakan Preventive, itu sebabnya sosialisasi yang dilakukan adalah hal yang bersikap preventive, seperti 3M,” tandas AMD mengingatkan.

Baca Juga :
Kasus Sembuh Covid-19 Melonjak, Hari ini Bertambah 52 Pasien Sembuh, Kasus Positif Bertambah 29 Orang
AMD selalu memberi support motivasi para millenial untuk berdedikasi dan berpartisipasi aktif membangun masa depan bangsa. Tampak aktivitas penandatangan nota kesepahaman MOU Milenial UMKM. AMD mengisyaratkan Bali jangan hanya bertumpu kepada Pariwisata.

Saat ditanya mengenai pandangannya terhadap sorotan pemerintah pusat maraknya upacara keagamaan di Bali tanpa pembatasan? AMD Agung Manik Danendra yang dikenal memiliki kemampuan Spiritual Keagamaan dan Tokoh Sentral Puri Denpasar ini menjawab diplomatis,

“Saya selaku Anggota masyarakat biasa justru melihat dalam sisi potensi masa depan, sensasi media yang kritis jangan sampai menjadi bumerang bagi pertumbuhan sosial ekonomi Bali, Kegiatan Keagamaan merupakan bagian dari Kegiatan Masyarakat di Bali, apa yang terjadi bila misalnya terjadi perlakuan yang berbeda untuk kejadian yang serupa tapi tak sama?, dan juga terjadi di beberapa  Daerah, sambungnya beretorika.

“Inilah pentingnya pemimpin yang memiliki sense of crisis, pemimpin harus menyentuh masyarakat, ada bersama masyarakat, merasakan sensasi yang sama dengan masyarakatnya. Ini kondisi krisis, jangan dikesankan baik baik saja dan ditanggapi dengan GABENG alias tidak jelas alias tidak tegas sementara masyarakat Bali bergerak dengan aktivitas sendiri seperti tanpa Pemimpin yang menggayominya, bagaimana kita bisa optimis kalo kita tidak percaya dengan kebijakan dan tindakan pemimpin?, sambung AMD.

Saat ditanyakan mengenai solusi atas kondisi ini, AMD menyimpulkan, “bahwa ada kekecewaan yang tidak tersampaikan terhadap kebijakan pemerintah, baik daerah maupun pusat, semestinya hal ini disadari oleh pengambil kebijakan, Kita harus bergandengan tangan, jangan terkesan bahwa pemimpin tidak peduli dan mengikis kepercayaan masyarakat,” ujar AMD yang bernama lengkap Dr. Anak Agung Ngurah Manik Danendra, S.H.,M.H.,M.Kn.

AMD Agung Manik Danendra acungkan jempol bersama Para Penglingsir Puri seDenpasar dengan protokol kesehatan yang ketat saat menyaksikan upacara Dewa Yadnya di Kediaman Kerabat Puri.

Lantas bagaimana solusinya,” Bangun Optimisme Baru dengan berada bersama Rakyat, kondisi perang memerlukan strategi yang cerdas dan menyeluruh, bukan strategi sebagian, Bali nggak hanya soal pariwisata, banyak hal yang bisa diprogramkan dan dikerjakan oleh Birokrasi Pemerintah Daerah dan Bapak Gubernur Bali,” lanjutnya.

Baca Juga :
Coblos Lebih Dari Satu Kali, Laporan Wayan M Tak Dapat Ditindaklanjuti Bawaslu

“Sebagai langkah awal perbaikan, lakukan survey tingkat kepercayaan Rakyat terhadap pemimpin nya yang dilanjutkan dengan saran rakyat untuk perbaikan kebijakan dan Ekonomi. Proyek-proyek Mercusuar Pak Gubernur Koster ditinjau ulang dulu, jangan terlalu fokus ke Proyek Trilyunan Rupiah, dan percayalah bahwa banyak kepala untuk membangun solusi jauh lebih baik untuk menghasilkan kebijakan yang tepat,” pungkas AMD Doktoral Ilmu Pemerintahan, aktifis dan Mahasiswa Teladan di era Orba ini.

AMD dikenal sebagai tokoh milenial militan yang selalu memotivasi para pemuda pelajar untuk berpikir kritis, bergerak maju berinovasi berkarya. Memberi wadah bagi para milenial untuk berdedikasi pada Daerah dan Negara. Bahkan mampu bersaing di kancah International, Tokoh Milenial AMD sudah tidak diragukan kiprahnya untuk Milenial Dewata Bali. (dan)

Leave a Comment

Your email address will not be published.