Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2021 Jadi ‘Entry Point’ Pemulihan Pariwisata Bali

Avatar

 

Balinetizen.com, Mangupura 

Perhelatan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2021 yang sempat absen di tahun 2020 akibat pandemi Covid-19, rencananya digelar Selasa 8 Juni 2021 hingga Sabtu 12 Juni 2021.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati berharap target promosi wisata lebih difokuskan penanganan promosinya pada segmentasi khusus artinya dengan target sasaran dan strategi yang berbeda pada setiap daerah. Pendekatannya harus jeli dan terukur seperti misalnya jangan mempromosikan menu babi guling terhadap segmen wisatawan Muslim (domestik Aceh) namun arahannya lebih ke segmen wisatawan non muslim (domestik Manado), agar pasar yang dituju menjadi lebih tepat sasaran. Hal tersebut diungkapkannya dalam temu wicara Road to Bali Beyond Travel Fair (BBTF) 2021, di Hotel Westin, Nusa Dua, Sabtu (8/5/2021).

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati berharap BBTF 2021 menjadi entry point (pintu masuk) dalam upaya pemulihan sektor kepariwisataan Pulau Dewata.

“Walaupun kita juga belum tahu kedepan bagaimana pariwisata, sedikit banyak mengingatkan pasar kita, bahwa Bali itu masih ada, Bali terus membenahi diri, dan lain sebagainya, ini harapan kita kedepan, dan koordinasinya sedang dilakukan (On Progress demi pemulihan pariwisata,” tutur Cok Ace.

Sementara itu, Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Denpasar, Ida Bagus Gede Sidharta Putra sepakat dengan arahan untuk lebih menembus pasar domestik dengan inovasi dan ide-ide kreatif baru, “Kita tidak bisa lagi dengan pola pemasaran seperti pada ‘market place’ namun harus kreatif memikirkan pola-pola dan strategi baru untuk pasar domestik yang lebih spesifik, kita tidak bisa hanya sekedar menjual objek tapi harus menganalisa kebutuhan pasar, misalkan wisatawan Jakarta sukanya apa? dan domestik Surabaya juga sukanya apa?, saat ini bagaikan sedang terjadi ‘new Balance’ yaitu suatu keseimbangan baru yang semuanya harus berubah (menyesuaikan) demikian pula halnya dengan varian menu, harga dan konsep, semuanya harus dirubah mulai dari sekarang”.

Baca Juga :
Lembaga Negara Apresiasi Tangkal Hoax Milik Pemkot Denpasar

Ketua Komite BBTF 2021, I Ketut Ardana pada kesempatan yang sama menjelaskan, Bali and Beyond Travel Fair akan dilaksanakan dalam dua metode yaitu tatap muka, dan virtual.

Seller yang ambil bagian pada event ini sebanyak 125 dari 11 provinsi.

Sedangkan untuk buyers, pihaknya mencatat lebih dari 150 telah memastikan ikut dalam Bali and Beyond Travel Fair.

“Jadi dari luar negeri yang offline itu sudah ada 64 buyers, yang paling banyak dari Inggris, Perancis, Australia, kemudian ada Amerika Serikat, lalu negara-negara Asia. Dari Indonesia sendiri itu ada 100an. 100 buyer nusantara,” ungkapnya.

Disinggung target, Ardana mengemukakan, pihaknya mematok Rp 3,57 triliun. Angka itu diakui jauh dibawah nilai transaksi yang berhasil dibukukan dalam BBTF 2019.

Pada Bali and Beyond Travel Fair tahun 2019, transaksi yang berhasil direalisasikan sebesar Rp 7,71 triliun.

“Memang skala eventnya juga jauh menurun. Kalau jumlah buyernya turun lagi 49,50 persen, sellernya turun 54 persen,” pungkasnya. (hd)

Leave a Comment

Your email address will not be published.