Pandemi Belum Berakhir, Sis Emil: Saya Jaga Kamu, Kamu Jaga Saya, Pemerintah Harus Lebih Peduli Warga

Avatar

Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Emiliana Sri Wahjuni mengingatkan warga saling menjaga agar terhindar dari penularan Covid-19 dan mendorong pemerintah melakukan upaya maksimal dalam penanganan pandemi Covid-19.

Balinetizen.com, Denpasar

Lonjakan kasus positif Covid-19 yang terjadi di Bali termasuk di Denpasar cukup mengkhawatirkan banyak pihak. Tentu kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kota Denpasar terlebih pandemi sudah melanda setahun lebih mendekati 1,5 tahun dan belum ada tanda-tanda kapan pandemi mengobrak-abrik kesehatan dan perekonomian ini akan berakhir.

Di sisi lain, Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar Emiliana Sri Wahjuni, menilai Pemerintah Kota Denpasar masih belum mampu sepenuhnya mengendalikan kasus Covid-19 terlebih pula dengan adanya ancaman baru varian baru Covid-19 yang lebih cepat menular secara masif.

“Pandemi belum berakhir, perjuangan masih berlanjut, dan kita jangan lengah,” kata wakil rakyat yang akrab disapa Sis Emil ini, Selasa (29/6/2021) seraya menyampaikan kekhawatirannya dengan semakin bertambahnya jumlah kasus baru positif Covid-19 di Denpasar.

Dikatakan pandemi Covid-19 ini adalah fenomena luar biasa, ancaman besar bagi kesehatan masyarakat dan juga perekonomian. Jadi tidak bisa ditangani dengan langkah biasa-biasa saja harus ada langkah dan upaya luar biasa, extraordinary effort dari Pemerintah Kota Denpasar bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Pusat, termasuk mempercepat vaksinasi.

Untuk diketahui belakangan ini kasus baru Covid-19 kembali mengalami lonjakan di Denpasar. Misalnya pada Senin (28/6/2021), kasus positif baru tercatat bertambah sebanyak 76 orang, meskipun ada yang menggembirakan dimana kasus sembuh  mengalami penambahan sebanyak 56 orang dan kasus meninggal dunia nihil.

Jumlah itu meningkat dari sebelumnya Minggu (27/6/2021), dimana kasus positif baru tercatat bertambah sebanyak 56 orang, sedangkan kasus sembuh hanya bertambah sebanyak 3 orang dan kasus meninggal dunia nihil.

Baca Juga :
Pasien Meninggal Akibat Covid-19 di Denpasar Bertambah Satu Orang Jumlah Kasus Positif Juga Bertambah 1 Orang, Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

“Kita memang sudah setahun lebih berjuang melawan Covid-19. Kita pahami ada rasa lelah, jenuh, bahkan ada juga yang sudah sampai abai dan cuek dengan prokes. Itu tidak boleh. Kita harus tetap berjuang, taat prokes, saling menjaga dan mengingatkan,” kata Emiliana Sri Wahjuni seraya menegaskan prokes 5M jangan dikasi kendor yakni memakai masker, mengurangi mobilitas, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Srikandi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini mengajak warga Denpasar untuk saling menjaga dan mengingatkan penerapan prokes. “Saya jaga kamu, kamu jaga saya, pemerintah harus lebih peduli warga. Saya peduli kamu, kamu peduli saya, saya sayang kamu , kamu sayang saya. Itu harus terus kita ingatkan dan edukasi. Jangan sampai punah akibat kita abai dan lengah dalam melawan Covid-19,” papar Sis Emil.

Sis Emil juga mendesak Pemerintah Kota Denpasar melalui  Dinas Kesehatan dan sinergi dengan stakeholder terkait agar tidak kendor melakukan upaya 3T yakni Testing, Tracing dan Treatment untuk mencegah penularan Covid-19. “Upaya 3T wajib terus gasspol, jangan kasi kendor, kalau kendor ya bahaya,” kata Sekretaris Fraksi NasDem-PSI DPRD Kota Denpasar ini mengingatkan.

Pihaknya juga mendorong Pemkot Denpasar mempercepat upaya vaksinasi Covid-19 diimbangi juga dengan penegakan terhadap pelanggar prokes Covid-19 dan memastikan tidak muncul klaster-klaster baru Covid-19.

“Kalau belum divaksin, ayo vaksin. Pemerintah juga bisa buka ruang vaksin di tempat publik seperti di pantai. Misalnya vaksin di pantai Sanur karena disana banyak warga dan banyak juga yang abai prokes,” ujar Sis Emil.

Secara khusus Sis Emil juga meminta pemerintah memperhatikan kebutuhan ruang isolasi dan kebutuhan oksigen bagi pasien Covid-19. “Cadangan oksigen wajib hukumnya. Pemerintah kota harus siap siaga,” tegas ibu dari dua orang putri ini.

Baca Juga :
Sambut HUT ke-6 PSI, Mawar Tanda Cinta Kasih dan Perjuangan Emiliana Sri Wahjuni untuk Lansia "Sahabat Senior"

Di sisi lain upaya Pemkot menutup tempat publik seperti lapangan dan tempat olahraga di satu sisi positif tapi di sisi lain warga juga butuh fasilitas olahraga untuk tetap menjaga kesehatannya. Jadi harus dipikirkan dengan bijak,” imbuh Sis Emil.

Tokoh perempuan yang sangat dekat dengan generasi milenial ini juga mengajak agar anak-anak muda, generasi milenial menjagi agen edukasi untuk mencegah dan melawan penyebaran Covid-19 dengan membuat konten-konten edukasi dan informatif di media sosial.

“Ayo generasi milenial berperan melawan pandemi jangan baperan, jangan nyinyir,” pungkas Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar yang membidangi kesehatan, pendidikan, pemuda dan olahraga, pemberdayaan perempuan, sosial dan tenaga kerja, kebersihan dan pertamanan, pariwisata dan lain-lain ini. (wid)

Leave a Comment

Your email address will not be published.