Gelar Upacara Penedeh, Ketua DPRD Badung Mapunia Rp 20 Juta di Subak Tungkub Dalem Kekeran

Avatar

Keterangan foto: Ketua DPRD Badung Putu Parwata akan memaksa petani untuk kaya. Tampak Parwata saat menerima prajuru Subak Tungkub Dalem, Kekeran, Mengwi, Jumat (16/7/2021)/BN

(Balinetizen.com) Mangupura –

Ketua DPRD Badung Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M., Jumat (16/7/2021) menerima prajuru Subak Tungkub Dalem, Desa Kekeran, Mengwi. Saat bertemu Parwata, Kelian Subak Gusti Nyoman Sudiarsa didampingi sejumlah pangliman yakni Nyoman Masiada, Nengah Kembarwita, Nyoman Puspa, serta salah satu pengayah Putu Agus Ekayanta.

Kelian Subak Gusti Nyoman Sudiarsa saat pertemuan tersebut mengangkapkan akan menggelar Upacara Penedeh dan Usaba di wilayah subak yang mengelola sekitar 145 hektar sawah. “Upacara ini digelar untuk menghalau gumatat-gumitit yang dapat merugikan petani,” tegasnya.

Gumatat-gumitit tersebut, katanya, bisa berupa jero ketut (tikus), balang sangit maupun hama lainnya. Dengan upacara ini, gumatat-gumitit tersebut bisa di-somya-kan sehingga tidak membuat petani gagal panen.

Dia memastikan, ketika wilayah subak lainnya gagal panen akibat hama mengganas, kata Sudiarsa, sawah di wilayahnya relatif aman. Karena itu, dia memastikan tak berani sampai tak menggelar upacara ini. Selain itu, upacara ini sudah digelar turun-temurun sehingga pihaknya wajib untuk melaksanakannya.

Namun akibat pandemi covid-19 saat ini, Sudiarsa berharap bantuan untuk bisa menggelar upacara ini. Dengan adanya bantuan, dipastikan beban petani bisa lebih ringan dalam menjalankan upacara tersebut. “Selain upacara penedeh, rangkaiannya akan ada upacara Ngusaba,” katanya.

Sesuai jadwal, Penedeh akan digelar pada 12 Agustus 2021 dan upacara Ngusaba akan digelar pada 21 Agustus 2021. Mengenai biaya yang diperlukan, katanya, berjumlah Rp45 juta untuk Penedeh dan Rp 30 juta untuk Ngusaba. “Secara keseluruhan, kami membutuhkan dana sekitar Rp 75 juta,” kata Sudiarsa.

Baca Juga :
Liburan Asik dan Informatif di Jatim Park 1

Mendengar permohonan itu, Ketua DPRD Badung Putu Parwata menyatakan siap mendukung upacara Penedeh dan Ngusaba di Subak Tungkub Dalem yang secara niskala berfungsi untuk meningkatkan produksi pertanian. “Selaku Ketua DPRD Badung, kami akan mapunia Rp 20 juta,” ujarnya sembari menambahkan, Rp 12 juta diambil dari bantuan operasional pimpinan (BOP) dan Rp 8 juta merupakan bantuan pribadinya.

Saat menerima prajuru subak ini, Putu Parwata mengungkapkan rasa jengahnya untuk berusaha meningkatkan kesejahteraan petani. “Kami akan paksa petani untuk kaya,” ujar Sekretaris DPC PDI Perjuangan tersebut.

Apa yang dilakukan? Menurut politisi PDI Perjuangan asal Dalung, Kuta Utara tersebut, pihaknya sudah memiliki kiat dan strategi tersebut dengan pemberian pupuk khusus kepada petani. Selama ini, ungkapnya, satu hektar sawah maksimal menghasilkan hingga 5 ton gabah. “Namun dengan pupuk ini, produksi petani melonjak drastis menjadi minimal 12 ton. Lonjakannya mencapai 120 persen,” katanya.

Dia berhituing, dengan kenaikan ini, nilai tambah yang dirasakan petani tetap tinggi walaupun harga gabah turun atau adanya aksi tengkulak. Walau harga gabah turun 5 persen dan harga beli tengkulak lebih rendah 30 persen, nilai tambah petani masih tersisa 85 persen. “Nilai tambah petani masih sangat tinggi,” katanya.

Untuk ini, Parwata akan membuat sejumlah demplot. Salah satunya akan digelar di Subak Tungkub Dalem Kekeran. “Pupuk ini sudah siaga,” tegas Parwata disambut gembira prajuru Subak Tungkub Dalem. (SUT-MB)

Leave a Comment

Your email address will not be published.