PSI Gianyar Setiap Hari Bagikan Rice Box di Pasar Tradisional, Berharap “Quarantine in Paradise” Diakomodir Pemerintah untuk Pulihkan Pariwisata Bali

Avatar

Foto: DP PSI Kabupaten Gianyar setiap hari membagikan Rice Box PSI (makanan nasi kotak) meringankan beban warga di masa pandemi Covid-19.

Balinetizen.com, Gianyar

Tiada hari tanpa berbagi, menebalkan rasa kemanusiaan, merawat harapan dan menyalakan motiviasi. Itulah yang terus dilakukan secara konsisten oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Gianyar dengan setiap hari membagikan Rice Box PSI (makanan nasi kotak) kepada warga Gianyar khususnya yang terdampak pandemi dan membutuhkan uluran tangan.

“Pembagian Rice Box PSI tahap keempat di Gianyar, berjalan lancar dari 8 September sampai 21 September dan sekarang juga terus dilanjutkan. Aksi sosial kemanusiaan ini kami lakukan di 7 kecamatan di Gianyar dan tiap hari dihandel ketua DPC PSI masing-masing kecamatan,” ungkap Ketua DPD PSI Gianyar, Dewa Gede Astiawan, Kamis (23/9/2021).

Pembagian Rice Box PSI ini sebagai bentuk kepedulian PSI membantu meringankan beban warga di tengah masa pandemi Covid-19 dan pemberlakuan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Untuk PSI Gianyar, pembagian rice box ini dipusatkan di pasar-pasar tradisional yang ada di masing-masing Gianyar.

Pertimbangannya karena bisa lebih memudahkan menemukan target sasaran warga penerima dan pasar juga merupakan pusat aktivitas ekonomi kerakyatan dimana banyak pedagang kecil dan pelaku UMKM di pasar yang terdampak pandemi dengan menurunnya omzet penjualan mereka.

“Pembagian Rice Box PSI ini menyebar di pasar tradisional, kami sasar untuk pedangan pasar, pelaku UMKM, tukang suwun, tukang parkir, petugas kebersihan dan pengunjung pasar warga terdampak pandemi,” terang Dewa Astiawan.

Gianyar sebagai salah satu daerah yang perekonomiannya sangat juga mengandalkan sektor pariwisata juga menjadi daerah yang perekonomiannya terdampak pandemi dengan sepinya pariwisata. Sebelum pandemi sektor pariwisata mampu memberikan multiflier efek termasuk pula bagi pelaku UMKM dan pedagang pasar tradisional namun kini dengan sepinya pariwisata pelaku UMKM dan ekonomi kerakyatan di pasar tradisional juga terdampak.

Baca Juga :
Tingkatkan Indeks Pertanaman, di Gianyar Dilaksanakan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier

Karenanya kepedulian PSI hadir membagikan rice box di pasar-pasar tradisional ini dirasakan sangat berarti dan bermakna karena dapat membantu meringankan beban warga. Kehadiran Pembagian Rice Box PSI ini juga disambut antusias dan ditunggu-tunggu para pedagang pasar dan pengunjung pasar pada umumnya.

“Rice Box PSI ini disambut antusias dan ditunggu-ditunggu. Walaupun bukan hal besar, kami berharap kehadiran kami tetap bermakna dan mempu memberikan motivasi agar masyarakat tetap semangat mencari penghidupan agar mampu bertahan di masa sulit akibat pandemi Covid-19 ini,” ujar Dewa Astiawan.

Selain dari donator, rice box PSI ini juga merupakan urunan kader-kader PSI di Gianyar. Sebenarya setiap hari target dibagikan 50 rice box namun dalam perjalannya bisa mencapai 100 rice box per hari karena adanya urunan gorong royong dari para kader PSI.

“Kami juga berharap orang-orang yang punya kemampuan lebih agar ikut berbagi untuk sesama, mari kita kuatkan solidaritas dan rasa kemanusiaan agar bersama-sama kita keluar dari pandemi ini,” harap Dewa Astiawan.

Pihaknya pun berharap pandemi ini segera berakhir agar pariwisata Bali juga kembali dibukan sepenuhnya dan perekonomian masyarakat bisa kembali pulihnyaa. Pihaknya pun berharap pemerintah mengakomodir masukan dan gagasan Plt Ketua Umum PSI Giring Ganesha terkait “Quarantine in Paradise” yakni menjadi destinasi atau tempat-tempat pariwisata seperti Bali sebagai tempat karantina sehingga bisa juga menggerakkan perekonomian dan mempecepat pemulihan pariwisata Bali.

“Dengan Quarantine in Paradise harapannya wisatawan bisa dikarantina di Bali, ini bisa mengisi okupansi hotel yang di bawah 10 persen dan menggerakkan perekonomian di Bali agar tidak terlalu terpuruk dan pariwisata bisa lebih cepat pulih,” pungkas Dewa Astiawan. (wid)

Baca Juga :
Jaga Kesucian Alam dan Keharmonisan Alam Bali, Pemprop Bali Gelar Bali Resik Sampah Plastik

Leave a Comment

Your email address will not be published.