Gus Adhi “Amatra” Minta Pemerintah Beli Kopi Petani, Seteguk Kopi Sejuta Senyum Petani

Avatar

Foto: Anggota Fraksi Golkar DPR RI dari Dapil Bali Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) yang akrab disapa Gus Adhi konsisten menggerakkan ekonomi kerakyatan dengan memberdayakan dan membina petani kopi hingga membantu pemasarannya.

Balinetizen.com, Badung

Untuk menjamin kelangsungan hidup petani kopi, Anggota Fraksi Golkar DPR RI dari Dapil Bali Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) yang akrab disapa Gus Adhi mendorong dan meminta pemerintah agar membeli kopi petani.

“Seharusnya pemerintah membeli kopi petani sehingga petani merasa nyaman berusaha tani,” kata Gus Adhi saat memperkenalkan produk kopi olahan petani di sela-sela menggerakkan dan membangkitkan ekonomi kerakyatan dengan menggelontorkan bantuan bioflok dan penebaran benih lele dengan total bantuan 200 juta rupiah di Pokdakan Mina Lestari, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Selasa (21/9/2021).

Salah satu produk kopi olahan petani yang diperkenalkan Gus Adhi ini merupakan kopi asli dari petani di Petang Badung yang mempunyai potensi menjadi daerah penghasil kopi dengan cita rasa khas. “Dari 12 kelompok kopi binaan saya baru tiga yang produknya berani saya pajang dan saya bawa promosikan karena hasilnya sudah bagus. Pertama dari Sepang Buleleng, kedua dari Petang Badung dan ketiga dari Bangli ada di Pengotan dan Kintamani,” tutur Gus Adhi lantas berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Badung lebih memperhatikan para petani kopi di Badung.

“Pemda Badung harus beli hasil kopi petani,” harap wakil rakyat yang dikenal dengan spirit perjuangan “Amanah, Merakyat, Peduli” (AMP) dan “Kita Tidak Sedarah Tapi Kita Searah”ini dan selama ini dikenal memang  benar-benar wakil rakyat yang “seken-seken (serius), saje-saje (bener), beneh-beneh (betul)” selalu berusaha semaksimal mungkin mewujudkan aspirasi masyarakat Bali.

Baca Juga :
Update, Bertambah 4 Orang Positif Covid-19, Sembuh Bertambah 10 Orang Menjadi 267 Orang

Bagi Gus Adhi, kopi selain sebagai komoditas unggulan juga punya peran khusus dan vital sebagai tananam konversasi lahan kritis dan menjaga kelestarian lingkungan. Kopi adalah tanaman khas di pegunungan dimana dari sejak dulu para leluhur kita menyelamatkan pegunungan dengan tanaman kopi.

Sebab tanaman kopi mempunyai peran hidrologis yaitu akarnya mampu menahan air tanah ketika musim hujan dan mengeluarkan air secara perlahan ketika musim kemarau. “Kopi punya dua keistimewaan untuk alam ini. Dia mampu menyimpan air tatkala musim hujan dan bisa bertahan hidup saat musim kemarau. Tanaman kopi juga bisa menahan erosi,” papar Gus Adhi yang sebelumya bertugas di Komisi IV DPR RI membidangi pertanian, kelautan, kehutan dan lingkungan hidup ini.

Karena itu fungsinya itu kopi adalah tanaman konservasi yang memberikan manfaat ekonomis juga karena buahnya diminati para peminum kopi.  “Sehingga petani kopi wajib mendapatkan dana hibah konservasi dari pemerintah sebagai pejuang pelestarian alam,” kata Gus Adhi yang kini bertugas di Komisi II DPR RI.

Di masa pandemi Covid-19 ini, Gus Adhi yang juga Ketua Depidar SOKSI (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) Provinsi Bali ini terus berupaya memberdayakan dan membantu para petani kopi tidak hanya melalui bantuan sarana produksi pertanian hingga mesin pengolah kopi namu sampai juga pada fasilitasi dan perluasan akses pemasaran.

“Di masa pandemi ini agar rakyat kita para petani kopi tersenyum saya terpaksa menyandang Anggota DPR RI Plus, plus dagang kopi,” seloroh Gus Adhi lantas menyebutkan beberapa produk kopi petani yang dibina sudah masuk di beberapa kafe dan coffee shop di Denpasar, Badung, Kintamani Bangli dan daerah lainnya.

Baca Juga :
Presiden Jokowi Intensifkan Perbaikan Sistem Perizinan dan Investasi

“Ada yang pakai kopi dari Makassar jualan di Bali saya bilangin agar pakai kopi Bali. Karena seteguk kopi sejuta senyum untuk petani. Itu bagi saya dan nilai belinya (kopi petani) juga saya tidak mau murah-murah agar petani kita lebih sejahtera,” ungkap Gus Adhi yang juga Ketua Harian Depinas SOKSI ini.

“Karenanya Pemda Badung dan pemerintah daerah lain harus membeli kopi petani,” tegas Gus Adi lagi seraya berharap pemerintah daerah di Bali aga mampu melahirkan produk unggulan dari sektor pertanian seperti kopi untuk mengerakkan ekonomi kerakyatan.

Pria yang juga pecinta dan penikmat kopi ini menambahkan potensinya sangat besar menggerakkan ekonomi kerakyatan dari budidaya kopi hingga olahan kopi. Sebab meminum kopi saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup (life style) hampir semua lapisan masyarakat.

Trend minum kopi kekinian di kalangan anak-anak muda juga marak sehingga banyak lahir coffee shop kekinian dengan berbagai menu kopi dan inovasinya. “Kopi sudah jadi gaya hidup dan mari dari seteguk kopi kita hadirkan sejuta senyum untuk petani,” pungkas politis Golkar asal Kerobokan, Badung ini. (wid)

Leave a Comment

Your email address will not be published.