PTM di Denpasar Fix Dimulai 1 Oktober, Sis Emil: Jangan Ditunda Lagi, Siswa Bukan Robot, Mereka Butuh Bersosialisasi

Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Emiliana Sri Wahjuni.

Balinetizen, Denpasar

Kabar gembira bagi siswa dan orang tua siswa di Kota Denpasar. Setelah lama ditunggu dan beberapa kali batal, akhirnya Denpasar sudah final memutuskan akan memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Jumat, 1 Oktober 2021. PTM ini akan diberlakukan untuk jenjang TK, SD, dan SMP di Kota Denpasar.

Kalangan wakil rakyat di Denpasar menyambut gembira dan mendukung rencana PTM ini sebab memang sudah ditunggu-tunggu, didambakan para siswa dan orang tua siswa.

“Kami dukung penuh rencana PTM ini. Semoga benar-benar terealisasi ya, jangan ditunda-tunda lagi,” kata Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar, Emiliana Sri Wahjuni, Jumat (24/9/2021).

Untuk diketahui dimulainya rencananya PTM pada 1 Oktober 2021 di Kota Denpasar diputuskan melalui hasil keputusan rapat bersama Dewan Pendidikan, Pengawas, MKKS, K3S dan IGTKI Kota Denpasar pada Senin (20/9/2021).

Disepakati bahwa sekolah yang menerapkan PTM hanya bagi sekolah yang sudah siap saja. Sementara bagi sekolah yang belum siap tetap bisa melaksanakan pembelajaran secara daring/online. PTM hanya diperbolehkan dengan kapasitas 50 persen dari total siswa dalam satu kelas.

“Soal PTM ini tergantung sekolah, siap atau tidak. Jadi kami tidak bisa memaksakannya,” ungkap Kepala Bidang Pendidikan SMP, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gde Wiratama dihubungi terpisah.

Ada syarat penting lainnya yang harus dipenuhi yakni pelaksanaan PTM ini harus mendapatkan izin orang tua siswa. Jika ada orang tua yang belum mengizinkan atau tidak memperbolehkan anaknya ikut PTM, siswa/sekolah boleh mengajukan untuk tetap belajar daring/online.

Pelaksanaan PTM tetap mengutamakan prokes (protokol kesehatan) ketat dan menerapkan sistem sesi. Satu sesi PTM durasinya maksimal hanya selama 2 jam, setelah itu akan dilanjutkan dengan 50 persen siswa berikutnya.

Baca Juga :
Para Gotra Sentana Dalem Tarukan Jembrana Diminta Tetap Kompak

“Kami harapkan PTM ini bisa berjalan lancar dan tidak sampai sekolah jadi klaster baru Covid-19. Karenanya prokes juga harus tetap dijalankan dengan taat dan disiplin,” ujar Emiliana Sri Wahjuni.

Wakil rakyat yang akrab disapa Sis Emil ini mengungkapkan selama ini tentu ada kejenuhan para siswa hanya belajar daring/online misalnya melalui Zoom. Ada juga beberapa kendala dalam belajar daring mulai dari persoalan teknis seperti akses teknologi serta jaringan internet yang tidak merata hingga persoalan efektivitas dan kualitas pembelajaran itu sendiri.

Kualitas pembelajaran daring dianggap tidak sama dengan pembelajaran tatap muka.  “Kami khawatir ada loss learning jika terus-menerus belajar daring selama pandemi dengan berbagai keterbatasan yang ada. Kualitas pendidikan juga dikhawatirkan menurun,” kata Srikandi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.

Selain itu, dari sisi motivasi belajar siswa juga dinilai tidak seoptimal belajar tatap muka karena ketika belajar daring tidak ada interaksi yang memadai antara siswa dan guru serta juga sesama siswa. Seolah-olah mereka hanya berinteraksi dengan teknologi.

“Anak-anak, siswa kita bukan robot. Mereka butuh berkomunikasi dan bersosialisasi dengan teman sekolahnya, dengan guru-gurunya. Mereka hanya di depan gadget dan laptop, tidak tahu temannya. Berbeda kalau ada PTM, siswa bisa bersosialisasi dan punya kesan dan pengalaman seperti apa sekolah yang sebenarnya,” ungkap ibu dari dua orang putri ini.

Karena itulah, Sekretaris Fraksi NasDem-PSI DPRD Kota Denpasar ini mendukung penuh PTM di Kota Denpasar yang direncanakan mulai 1 Oktober ini benar-benar berjalan. Diperlukan juga dukungan dan sinergi berbagai pihak untuk tetap juga menjaga keselamatan dan kesehatan anak-anak serta juga para guru dan insan sekolah secara umum.

“Saya dukung penuh entah itu PTM 100 persen ataupun hybrid (kombinasi PTM dan daring),” pungkas Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar yang membidangi kesehatan, pendidikan, pemuda dan olahraga, pemberdayaan perempuan, sosial dan tenaga kerja, kebersihan dan pertamanan, pariwisata dan lain-lain ini. (wid)

Baca Juga :
Badung Raih Penghargaan SAKIP dan Reformasi Birokrasi dari Kementerian PAN RB

Leave a Comment

Your email address will not be published.